Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar (Bagian 2)

17.24


bahasa Indonesia, ejaan yang disempurnakan, EYD

Bahasa Indonesia - Bahasa jurnalistik dalam ragam bahasa Indonesia memiliki kekhasan tersendiri dan berbeda dari ragam bahasa lain. Meski begitu sesungguhnya bahasa jurnalistik berpengaruh besar terhadap pembaca. Pasalnya, ketika pembaca membaca berita setiap hari, maka pembentukan kesadaran berbahasa bertumpu terhadap apa yang ia baca.

Bagaimana jadinya jika pemakaian bahasa Indonesia dalam ranah jurnalistik masih kacau-balau? Tentu hal ini bisa mengacaukan pemahaman pembaca terhadap bahasa Indonesia. Karena itu, sudah seharusnya jurnalis menjadi garda depan penjaga bahasa Indonesia lantaran ia setiap waktu berkecimpung dan bercengkerama dengan bahasa.

Setelah kami menerbitkan artikel Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar (Bagian 1), maka perkenankan kami menerbitkan bagian dua ini. Selamat membaca dan ditunggu kritik serta saran dari pembaca.

*** 

1. “Dari penjelasan petugas medis di RSUD Dr Fauziah Bireuen, Sofyan, menyebutkan ketiga korban penembakan yang terjadi 31 Desember lalu, yakni Daud, Suparno, dan Sunyoto telah diberangkatkan dari Bireuen, kemarin pukul 05.00 WIB.”

Kata depan dari justru merusak kalimat, sebaiknya dihapus agar subjek, predikat, dan objek jelas.

2. “...antara lain keanekaragaman burung cenderawasih, burung kasuari, kanguru pohon, kanguru tanah, walabi, buaya, dan beberapa jenis satwa lainnya.”

Karena sudah menggunakan antara lain, frase dan beberapa jenis satwa lainnya dihapus saja. “Antara lain” bermakna tidak semua disebut. Kalimat dapat diubah: ...antara lain keanekaragaman burung cenderawasih, burung kasuari, kanguru pohon, kanguru tanah, walabi, dan buaya.

3. “Said Qosim imigran asal Afghanistan yang selamat, dalam pengakuannya kepada P3KSJ, dia mengeluarkan uang Rp36 juta untuk membayar calo yang menjanjikan bisa tiba ke Australia.

Dalam kalimat ini subjek tumpang-tindih. Kalimat dapat diubah.

Sain Qosim, imigran asal Afghanistann yang selamat, dalam pengakuannya kepada P3KSJ mengatakan, mengeluarkan uang Rp36 juta untuk membayar calo yang menjanjikan bisa tiba ke Australia.

4. Dengan pemanfaatan komponen dalam negeri bisa menekan harga cukup signifikan dalam pembelian pesawat nirawak.

Kata "dengan" merusak struktur kalimat dan dapat diganti.

a.                   Pemanfaatan komponen dalam negeri bisa menekan harga cukup signifikan dalam pembelian pesawat nirawak.
b.                  Dengan pemanfaatan komponen dalam negeri, harga yang cukup signifikan dari pembelian pesawat nirawak dapat ditekan.

5. “MESKI Diego Michiels mengaku tidak ada tekanan, Manajer Pelita Jaya Lalu Mara Satria Wangsa dan agen Diego, Ron Ravel, sangat yakin jika pemain keturunan Indonesia dan Belanda itu berbohong.”

Kata penghubung jika bermakna pengandaian. Karena itu, tepat apabila diganti kata bahwa.

6. “Kini, setelah diprotes, proyek untuk mencegah kemalasan anggota dewan menghadiri rapat itu diturunkan harganya menjadi Rp 3,7 miliar.”

Kalimat mengandung bentuk cakapan. Kalimat dapat diubah.

Kini, setelah diprotes, harga proyek untuk mencegah kemalasan anggota dewan menghadiri rapat itu diturunkan menjadi Rp3,7 miliar.

7. "Kelompok-kelompok milisi saling berlomba untuk mendapatkan pengaruh dan kekuasaan."

Kata berlomba sudah bermakna resiprokal, lebih baik kata saling dihilangkan.

8. “polisi yang ditugaskan menjaga....

Kata yang tepat bukan ditugaskan menjaga, melainkan ditugasi menjaga. Kata ditugaskan digunakan jika struktur diubah menjadi 'penjagaan ditugaskan kepada polisi'.

9. “Jika masuk dalam siaga 4, maka pembaruan data akan dilakukan pada pukul 18.00 WIB.”

Kalimat tidak punya induk kalimat karena diawali tanda hubung jika dan maka. Kata masuk dalam dapat dilugaskan menjadi 'masuk'. Kalimat ini dapat diubah.

Jika debit air masuk siaga 4, pembaruan data akan dilakukan pada pukul 18.00 WIB.

10. “mengaku optimis"

Kata sifat yang tepat bukan optimis, melainkan optimistis.

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »

0 komentar