Hasratnya Museum Sastra yang Lengkap

02.02
HB Jassin, sastra indonesia

Wawancara HB Jassin banyak tercecer sehingga belum diketahui publik sastra. Sekalipun dibukukan, masih banyak juga publik sastra yang sukar mengaksesnya. Berikut ini, Sastra.xyz sajikan wawancara bagian yang pertama.

***

Kuala Lumpur dalam waktu-waktu terakhir ini menerima kunjungan gilir-bergilir dari para sastrawan, sarjana dan ahli kritik luar negeri.

Pada awal April yang lalu HB Jassin, pengkritik kesusastraan Indonesia yang terkenal, melakukan kunjungan pertamanya ke Kuala Lumpur.

Beliau sebetulnya dalam rangka menyempurnakan tugas sebagai pembimbing skripsi bagi kuliah tertulis anjuran KGMB. “Saya bukan hanya menyelidik dan mengkaji kesusasteraan di Indonesia tapi juga sedang menyelidik dan mengkaji kesusasteraan Malaysia, “ kata Jassin kepada Saudara Kemala, yang sempat melakukan wawancara kepadanya.

Jassin menyatakan rasa gembiranya melihat pesatnya perkembangan kesusasteraan Malaysia. Berikut ini Dewan Sastra menyiarkan hasil wawancara tersebut.

                                                                                                                       Sidang Pengarang

***

Benarkah saudara dilahirkan di Gorontalo, Sulawesi? Dapatkah saudara sebutkan tanggal kelahiran tersebut?

Saya lahir di Gorontalo, Sulawesi, 31 Juli 1917

Siapakah kedua orang tua saudara?

Ayah bernama Bague Mantu Jassi. Ibu bernama Habiba Djau

Apakah bentuk pendidikan yang saudara terima?

HIS (sekolah dasar), tamat tahun 1932. HBS (sekolah menengah atas), tamat tahun 1939. Fakultas sastra Universitas Indonesia, tahun 1957.

Sejak kapan tumbuh minat dalam penulisan?

Sejak duduk di bangku sekolah menengah atas, tahun 1933.

Apa tujuan pokok yang mendorong saudara menulis?

Ingin menyumbangkan tenaga dan buah pikiran bagi kemajuan sastra.

Apakah ada cita-cita orang tua saudara yang tidak dapat saudara sempurnakan?

Orang tua saya ingin melihat saya menjadi Pamong Praja, tapi saya sendiri tidak berminat untuk itu.

Sepanjang yang saya maklum saudara pernah menulis bentuk kreatif (sajak, cerpen) tetapi saudara kemudian lebih menumpahkan konsentrasi terhadap kritik. Benarkah saudara gagal dalam lapangan kreatif?

Bagi saya kritik sastra juga adalah karya kreatif, terutama kritik sastra yang berupa esai, karena sifatnya subjektif  dan mengutamakan unsur estetis. Jadi saya tidak merasa gagal dalam bidang kreatif dalam arti tidak berhenti kreatif. Memang dulu saya menulis sajak-sajak dan cerita-cerita, tapi saya merasa kekuatan saya memang bukan di situ.

Saya merasa bahagia mendengarkan bahwa saudara mempunyai dokumentasi kesusasteraan Indonesia yang paling lengkap di Indonesia. Dapatkah saudara bercerita sedikit tentang usaha pengumpulan ini dan suatu impian tentangnya?

Dokumentasi itu saya bina sudah 30 tahun lamanya dan terlahir dari kesenangan mengumpulkan buku, majalah, dan dokumen-dokumen. Serta kesenangan untuk membaca dan membuat pemandangan-pemandangan tentang apa yang dibaca. Dokumentasi itu adalah milik pribadi. Karena rumah saya kecil, maka sebagian ditaruh di rumah keluarga dan sebagian lagi di kantor.

Saya mencita-citakan sebuah museum sastra yang lengkap, yang menyimpan segala sesuatu mengenai sastra Indonesia klasik dan modern serta sastra Melayu klasik dan modern. Tapi kemampuan belum ada dan bantuan dari masyarakat dan pemerintah secara konkrit tidak ada.

Saya ingin dokumentasi ini diselenggarakan secara modern, tapi biaya untuk itu tidak ada. Maka diselenggarakan sebagaimana yang dapat dipikul oleh daya dan upaya sendiri saja.

Benarkah Chairil Anwar lahir “terlalu pagi” di tengah masyarakat bangsa Indonesia?

Seorang pembaharu selalu lahir “terlalu pagi” di tengah masyarakatnya dan Chairil adalah seorang pembaharu, dalam pandangan hidup dan sikap hidup. Tapi kelahirannya menjadi manfaat bagi kemajuan masyarakatnya.

Benarkah saudara yang bertanggung jawab melahirkan dan membesarkan Chairil Anwar hingga Chairil menjadi seorang “superman” dalam kesusasteraan Indonesia?

Saya tidak merasa melahirkan dan membesarkan Chairil Anwar. Tapi saya sekedar memperkenalkan kelahirannya sendiri, tatkala orang belum menyadari itu.

Apakah yang selalu saudara harapkan dari berhadapan dengan sebuah karya seniman?

Saya selalu mengharapkan sesuatu yang baru, yang memperkaya pengetahuan saya tentang manusia, tentang masyarakat, tentang hubungan manusia dan tuhan, dituangkan dalam bentuk estetis yang mengharukan bagi saya.

Apakah pengertian keindahan bagi pikiran saudara?

Keindahan sangat relatif, tergantung kecuali dari ekspresi objek juga dari sensibilitas subjek yang menanggapi. Jika ada keserasian antara keduanya, maka timbullah kesan indah atau estetis dalam arti yang luwes.

Pernahkah saudara mengalami sesuatu pengalaman yang pahit hingga meninggalkan kesan yang tak mudah dilupakan?

Ya, yaitu ketika isteri saya meninggal dunia dan meninggalnya itu meninggalkan kesan yang mendalam sebelum dan sesudahnya.

Sehingga manakah menurut pikiran saudara, seorang seniman boleh melakukan komitmen dengan masyarakatnya?

Seniman boleh komit dengan masyarakat bangsanya, sampai batas tidak bertentangan dengan hati nuraninya.

Dapatkah saudara menyebutkan dua penyair terbaik di Indonesia dewasa ini?

Tanpa ragu-ragu saya sebutkan: WS Rendra dan Taufik Ismail.

Benarkah dalam beberapa hal WS Rendra lebih matang dan lebih baik puisinya dari Chairil Anwar? Faktor apakah yang mempengaruhi ukuran tersebut?

Saya kira demikianlah. Rendra mempunyai intensitas dan vitalitas Chairil Anwar, juga mempunyai sutradara, pemain drama dan penulis drama, sebagai kepala keluarga, yang membuat ia lebih matang dalam kehidupan dan padat dalam pemikiran.

Lagi pula Rendra lebih berbahagia diberikan usia lebih panjang dan kesempatan lebih banyak menghirup hidup daripada Chairil Anwar yang mati di usia yang masih amat muda.

Dapatkah saudara berikan suatu pendapat tentang “kebahagiaan” dan kapankah saudara merasa bahagia?

Bahagia adalah sesuatu yang sangat subjektif, saya merasa telah melakukan sesuatu dengan baik atau beroleh sesuatu yang saya inginkan. Tapi saya juga merasa bahagia atas kegiatan-kegiatan yang saya pilih dalam kebebasan.

Saya ingin mendengar pendapatmu tentang peranan cinta dalam kehidupan manusia. Dapatkah saudara berkata sesuatu mengenai cinta?

Cinta terhadap apa? Cinta terhadap siapa? Ada bermacam-macam objek cinta. Dan cinta itu jarang yang berdiri sendiri dalam pengertian yang murni.

Tapi seringkali yang saudara maksud cinta kepada pacar, cinta kepada isteri, cinta kepada keluarga. Cinta kepada pacar pada tingkat pertama selalu disertai nafsu berahi. Kemudian jika sudah menjadi istri mungkin meningkat kepada cinta yang murni, seperti juga cinta kepada anak, yang tidak mengharapkan apa-apa kembali, semata-mata merasa bahagia karena dapat memberi dan mengabdi.

Menjadi kurang kemurnian cinta kalau kita harapkan apa-apa kembali, sebab jika demikian, maka cinta murni yang mengabdi menjadi cinta diri yang minta diabdi. Terima kasih.

***

(dikutip dari buku Wartawan Bertanya, HB Jassin Menjawab, Cakrawala Budaya, Jakarta: 2012, halaman 1-6)

Baca juga: Biografi Sitor Situmorang

Related Posts

Previous
Next Post »

0 komentar

loading...