Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar (Bagian 1)

01.19

Bahasa Indonesia - Menggunakan bahasa nasional terutama dalam ragam tulisan merupakan hal yang sangat penting mengingat bangsa Indonesia sudah memiliki bahasa resmi yang mulai diikrarkan dalam Sumpah Pemuda hampir satu abad yang lalu.

Sebagai bangsa yang memiliki bahasa resmi sudah seyogianya kita menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Dalam tulisan kali ini, kami mengulas penggunaan ragam tulisan yang salah kaprah dalam surat kabar. Agar lebih mudah dibaca, jadi kami buat poin per poin disertai penjelasan singkat.

Dengan demikian, selamat membaca dan menganalisis. Kami tunggu kritik dan saran jika memang ulasan di bawah ini banyak yang kurang tepat.

***

1.  "Terbang dengan ukuran lebih kecil harganya lebih murah dan yang lebih besar tentu saja lebih mahal".

Kalimat demikian mengandung unsur cakapan. Agar baku dan menegaskan subjek, dapat diubah: "Harga terbang dengan lebih kecil lebih murah dan yang lebih besar tentu saja lebih mahal".

2.  Frasa berhasil diidentikkan lebih pas diganti dengan bisa/dapat diidentikkan atau berhasil mengidentikkan.

3. "Bila selama ini semua orang hanya mengetahui Yao Ming, tapi ternyata masih banyak sejumlah pemain Asia lainnya yang turut meramaikan kompetisi bola basket paling bergengsi itu".

Penggunaan kata hubung tidak tepat dan kata banyak sejumlah juga berlebihan. Kalimat dapat diubah menjadi dua bagian.

a.         Bila selama ini semua orang hanya mengetahui Yao Ming, ternyata masih banyak pemain Asia lainnya yang  turun meramaikan kompetisi bola basket paling bergengsi itu.
b.         Selama ini semua orang hanya mengetahui Yao Ming, tetapi ternyata masih banyak pemain Asia lainnya yang turun meramaikan kompetisi bola basket paling bergengsi itu.


4. "HARI pertama warga Ibu Kota yang beraktivitas di kawasan Jalan Sudirman di tahun 2012 harus melihat melintasi jalan yang buruk."

Kalimat belum berstruktur baik dalam subjek, predikat, dan objek. Kalimat itu dapat diubah.

Pada hari pertama beraktivitas di kawasan Jalan Sudirman pada 2012, warga Ibu Kota harus melihat dan melintasi jalan yang buruk.

5. "Di rumah itu tidak hanya jadi tempat berkumpulnya para penggila sepeda tua".

Kata depan di kalimat ini merusak struktur kalimat. Sebaiknya, kata depan di dihapus.

6. Judul 'Longsor, Jalur Wonosobo-Purworejo Putus' lebih baik diubah menjadi ‘Longsor Memutus Jalur Wonosobo-Purwerejo’.

7. Minggu (1/2) malam pukul 21.30 WIB. Kata malam harus dihilangkan karena pukul 21.30 WIB bermakna malam.

8. Penulisan tenggat waktu berlebihan karena tenggat sudah bermakna ‘batas waktu’.

9. "Partai-partai politik kian lama kian pragmatis dalam memunculkan pemimpin dan kader terbaiknya."

Kata ganti –nya tidak tepat karena bermakna jamak, sebaiknya kader terbaik mereka. Termasuk pula frasa banyak calon-calon, sebaiknya diganti banyak calon.

10. "antardua organisasi" dapat diganti dengan yang lebih tepat, yakni "di antara kedua".

Related Posts

Previous
Next Post »

0 komentar

loading...