Pemaknaan Puisi

20.11
Pemaknaan Puisi

Pemaknaan puisi – puisi adalah salah satu genre atau jenis sastra. Sering kali istilah puisi disamakan dengan sajak. Akan tetapi, sebenarnya tidak sama, puisi lebih merupakan jenis sastra yang melingkupi sajak, sedangkan sajak adalah individu puisi.

Dalam pengertian di dalam bahasa Inggris, puisi ialah poetry dan sajak adalah poem. Memang, sebelum ada istilah puisi, istilah sajak untuk menyebut juga jenis sastranya (puisi) atau individu sastranya (sajak).

Memahami makna puisi atau sajak tidaklah mudah, lebih-lebih pada waktu sekarang, puisi makin kompleks dan aneh. Jenis sastra puisi lain dari jenis sastra prosa. Prosa tampaknya lebih mudah dipahami maknanya daripada puisi.

Hal tersebut disebabkan Bahasa prosa itu merupakan ucapan “biasa”, sedangkan puisi itu merupakan ucapan yang “tidak biasa”. Biasa atau tidak biasa itu bila keduanya dihubungkan dengan tata bahasa normatif. Biasanya prosa itu mengikuti atau sesuai dengan struktur bahasa normatif, sedangkan puisi itu biasanya menyimpang dari tata bahasa normatif.

Pengertian pemaknaan puisi atau pemberian makna puisi itu berhubungan dengan teori sastra masa kini yang lebih memberikan perhatian kepada pembaca dari lainnya.

Puisi bisa dianggap sebagai artefak yang akan memiliki arti jika diberi makna oleh pembaca. Akan tetapi, pemberian makna itu tidak boleh semau-maunya, melainkan berdasarkan atau dalam kerangka semiotik (ilmu/sistem tanda) karena karya sastra itu merupakan sistem tanda atau semiotik.

Pemaknaan ini istilah aslinya adalah konkretisasi. Konkretisasi ini istilah yang dikemukakan oleh Felix Vodicka yang berasal dari Roman Ingarden, yang berarti pengkonkretan makna karya sastra atas dasar pembacaan dengan tujuan estetik.

Memahami makna tersirat dalam puisi tidaklah gampang tanpa mengerti konvensi sastra, khususnya konvensi puisi. Puisi merupakan karya seni yang bermedium bahasa.

Selain itu, puisi mesti dipahami sebagai suatu sistem tanda yang memiliki makna berdasarkan konvensi. Oleh karena itu, bahasa disebut sebagai sistem tanda atau semiotik tingkat pertama (the first order semiotics).

Makna bahasa bisa disebut sebagai arti (meaning) yang ditentukan oleh konvensi masyarakat bahasa. Dalam karya sastra bahasa sebagai sistem tanda tingkat pertama ditingkatkan derajatnya menjadi sistem tanda tingkat kedua (second order semiotics), maka artinya pun ditentukan oleh konvensi sastra, menjadi arti sastra.

Oleh karena itu, kita bisa mengetahui makna dari puisi apabila mengetahui konvensi dari puisi itu. Salah satu konvensi puisi tersebut ialah ucapan atau ekspresi yang tidak langsung. Bahkan Riffaterre mengemukakan bahwa puisi itu dari waktu ke waktu selalu berubah karena evolusi selera dan konsep estetik yang berubah.

Akan tetapi, ada satu esensi yang tetap, yaitu puisi menyatakan suatu hal dengan arti yang lain atau puisi itu menyatakan sesuatu secara tidak langsung.

Di samping itu, puisi adalah struktur yang kompleks. Atau bisa dibilang puisi kerap menggunakan banyak alat bahasa atau sarana kepuitisan secara bersama-sama untuk mendapatkan jaringan efek yang sebanyak-banyaknya.

Itu sebabnya, puisi merupakan struktur yang kompleks, makan untuk memahaminya (atau untuk memberi makna) harus dianalisis. Dengan cara menganalisis, maka akan diketahui unsur-unsurnya yang bermakna atau yang harus diberi makna. (Pradopo, 2005: 278-279)

Baca juga: Kontroversi Puisi Pamplet Rendra
Baca juga: Fungsi Puisi untuk Masyarakat
Baca juga: Teori Puisi Modern

Related Posts

Previous
Next Post »

0 komentar

loading...