Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Lirik dalam Perpuisian

Sastra.xyz - Dalam penggunaan istilah yang paling umum, lirik ("lyric" dalam bahasa Inggris) adalah puisi pendek yang diucapkan oleh seorang pembicara dan mengungkapkan isi jiwa, persepsi, pemikiran, atau perasaan. Banyak penutur lirik direpresentasikan sebagai renungan kesendirian. Akan tetapi, dalam lirik yang dramatis, penutur lirik direpresentasikan sedang menyapa orang lain dalam situasi tertentu. Misalnya, dalam "Canonization" John Donne atau "Tintern Abbey" William Wordsworth.

Meskipun lirik diucapkan orang pertama, "aku" dalam puisi tersebut tidak harus dianggap sebagai penyair yang menulisnya. Namun, dalam beberapa lirik, seperti soneta John Milton "When I consider how my light is spent" dan karya Coleridge "Frost at Midnight", acuan ke keadaan yang diketahui dalam kehidupan penulis memperjelas bahwa kita harus membaca puisi itu sebagai suatu ekspresi pribadi.

pengertian lirik dalam puisi
Source: Counselling/Pixabay

Dalam lirik personal (personal lyrics) seperti itu, bagaimanapun karakter dan ucapan pembicara dapat diformalkan dan diubah oleh penulis dengan cara yang kondusif untuk menegaskan efek artistik yang diinginkan. Di beberapa jenis tipe lirik, pembicara jelas merupakan sosok ciptaan yang jauh atau berbeda dari si penyair, baik dalam karakter maupun keadaannya.

Genre lirik: publik dan privat

Genre lirik terdiri dari sejumlah macam ucapan. Beberapa seperti karya Ben Johnson “To the Memory of... William Shakespeare” dan sajak Walt Whitman mengenai kematian Abraham Lincoln, "O Captain, My Captain" merupakan puisi seremonial yang diucapkan kepada suatu publik di dalam acara yang sifatnya publik.

Selain itu, ada jenis mode lirik yang lebih privat, beberapa di antaranya hanyalah ekspresi singkat dan intens dari suasana hati atau perasaan. Misalnya, sajak "To Night" Shelley dan "Wild Nights, Wild Nights" Emily Dickinson.

Tapi genre tersebut juga mencakup ekspresi yang diperluas dari evolusi yang kompleks suatu pemikiran yang penuh dengan perasaan, seperti dalam gaya panjang yang elegan dan sebuah ode yang meditatif. Karena itu, dalam sebuah lirik, proses observasi, ingatan, pemikiran, dan perasaan diatur dalam berbagai cara.

Sebagai contoh, dalam "lirik cinta", pembicara mungkin hanya mengeskpresikan isi pikiran melalui bentuk yang teratur, seperti dalam sajak Elizabeth Barret Browning "O, cintaku seperti mawar merah." Atau mungkin melalui uraian pujian seperti dalam lirik Ben Johnson, "Minumlah untukku dengan matamu."

Atau mungkin lirik yang menyatakan argumen untuk mengisahkan masa muda dan kesempatan yang lekas berlalu ("To His Coy Mistress" dari Andrew Marvell atau 17 sonet pertama Shakespeare yang ditujukan pada remaja lelaki). Atau mungkin menunjukkan tanggapan yang dingin kepada seorang kekasih ("No, thank you, John" karya Christina Rossetti).

Jenis lirik lain

Dalam jenis lirik lain, pembicara menunjukkan dan merayakan kecenderungan pada nila-nilai tertentu (seperti dalam L’Allegro” and “Il Penseroso karya John Milton). Atau juga mengekspresikan proses observasi dan meditasi yang berkelanjutan dalam upaya menyelesaikan masalah emosional (seperti dalam karya Wordsworth "Ode: Intimations of Immortality" dan "Dover Beach" karya Arnold). Jenis lainnya ialah lirik dari Yeats "sailing to Byzantium" yang memperlihatkan dan membenarkan pilihan cara hidup tertentu.

Dalam bahasa Yunani, "lyric" berarti sebuah lagu yang diiringi dengan sebuah kecapi. Dalam penggunaan istilah tersebut saat ini, lirik masih mempertahankan arti puisi yang ditulis untuk disesuaikan dengan musik. Himne, misalnya, merupakan lirik mengenai topik religius yang bertujuan untuk dinyanyikan. Bentuk ajektiva "lyrical" terkadang diterapkan pada bagian yang ekspresif seperti lagu dalam puisi naratif, misalnya pernyataan cinta Hawa kepada Adam dalam Paradise Lost IV karya Milton (639-56).

Demikianlah pengertian tentang lirik dalam perpuisian. Semoga membantu!

Post a comment for "Pengertian Lirik dalam Perpuisian"

Berlangganan via Email