Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Puisi: Pola, Desain, dan Seni Memilih Kata

Sastra.xyz - Puisi adalah genre sastra yang secara khusus menekankan pada intensitas ekspresi perasaan dan gagasan dengan menggunakan gaya dan irama yang khas. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, puisi adalah bentuk sastra yang ditata dan dipilih dengan cermat sehingga mempertajam kesadaran orang mengenai pengalaman hidup dan membangkitkan tanggapan khusus melalui irama, bunyi, dan makna khusus.

Sebagai bentuk sastra yang menggunakan medium bahasa, puisi sendiri mengandung berbagai hal secara sekaligus. Misalnya, puisi dapat menjadi filosofis, atau sentimental. Selain itu, puisi juga dapat melukis gambar secara deskriptif, atau bahkan bercerita dalam bentuk naratif. Kemudian puisi juga bisa jadi satir atau lucu, atau politis, atau hanya informatif.

Definisi yang menggarisbawahi bahwa puisi berbeda ialah: puisi merupakan bahasa yang di setiap elemen komponennya—seperti urutan dan penggunaan kata-kata, bunyi dan jeda larik, tamsil dan gema—menjadi penting.

Pengertian Puisi: Pola, Desain, dan Seni Memilih Kata
Source: ThoughtCatalog/Pixabay

Pola puisi

Sebagai karya seni, bahasa dalam puisi memiliki pola tertentu. Bisa dikatakan bahwa tidak ada satu kata pun dalam puisi yang tidak memiliki makna. Jelas bahwa setiap setiap kata memiliki tempat dalam pola puisi. Dan pada akhirnya pola bahasa dalam puisi akan menciptakan suatu desain yang bermakna dan indah.

Dengan demikian, belajar membaca puisi sebetulnya mempelajari fungsi dari setiap kata dalam penempatan yang spesifik dalam puisi: mengapa tiap kata ditempatkan pada posisi tertentu.

Pertanyaan yang bisa kita ajukan, misalnya: Apa maksud kata itu? Bagaimana kata itu mengonstruksi makna? Bagaimana kesesuaian kata itu dengan puisi?

Memang, dalam puisi ada banyak alasan untuk memilih dan menempatkan kata. Maka bisa dikatakan tidak ada satu pola dalam sebuah puisi, melainkan keberagaman pola yang saling terkait dalam desain yang lebih luas dan besar.

Desain puisi

Sebenarnya, ada banyak desain dengan berbagai tingkatnya di dalam puisi. Setiap kata dan elemen yang bermakna selalu merujuk ke bagian berikutnya dalam proses kemungkinan imajinatif yang tak selesai-selesai.

Pola puisi yang rumit inilah yang membangkitkan sifat esensial dari puisi: kekuatan kiasan yang kuat untuk melampaui satu makna atau kemungkinan makna selanjutnya.

Ketika menghadapi puisi, kita akan melihat suatu desain yang bekerja dari unit organisasi yang lebih kecil ke unit yang lebih besar sampai puisi itu selesai—sebagaimana sebuah bangunan yang kita masuki dengan segala keunikan arsitektur dan bagian-bagiannya. Tiap-tiap arsitektur ini saling berkontribusi pada keseluruhan.

Puisi: seni memilih kata

Dalam puisi, kata-kata individual berdiri sebagai yang pertama. Pada tingkat pertama ini, puisi merupakan seni pemilihan kata yang tersusun dari kata-kata pilihan. Dan seni memilih kata ini bisa disebut "diksi".

Sebagian kata-kata dalam puisi dipilih karena pertimbangan bunyinya dan ini merupakan sebagai bagian dari pola puisi. Hal ini mencakup penggunaan huruf konsonan atau vokal dan pengulangan bunyi yang lebih ketat pada sajak yang dengan sendirinya bekerja melalui berbagai hubungan: half-rhymes dan full-rhymes dalam variasi pola rima.

Selain pola bunyi yang puitis terdapat pula pola metrik: irama kata, sehingga puisi memiliki melodi atau ketukan sebagaimana musik. Misalnya, puisi bahasa Inggris sangat bertumpu pada pola irama yang bahkan dapat dikatakan memiliki peran mendasar dalam sejarah dan perkembangan perpuisian bahasa Inggris. Meski demikian, dalam arti lain, metrik tampaknya merupakan aspek puisi yang paling kering dan mekanis.

Untuk mengerti fungsi metrik yang lebih lengkap, maka pemahaman pada pola lain sangat penting. Sebab, hanya dalam konstruksi kompleks, puisi secara keseluruhan dapat menjadi lebih jelas, terutama mengenai pola ritme yang berkontribusi membangun desain puisi secara keseluruhan dan cara penyair menggunakan ritme untuk penekanan, penundaan, atau pengaruh dari musik yang murni.

Kemudian bunyi dan ritme pada gilirannya akan mengambil tempat dalam pola lain dari kata-kata puisi: pola sintaksis. Diksi berkaitan dengan pemilihan kata atau pemilihan kata-kata individual yang membentuk puisi. Lalu, sintaksis berkaitan dengan tata bahasa dasar yang mengatur kata-kata menjadi frase atau kalimat.

Akhir kata, sebuah puisi, baik dalam bahasa apa pun, tentu saja harus mengatur kata-kata ke dalam urutan gramatikal bahasa. Meski begitu, puisi memiliki kebebasan khusus dalam cara membangun tata bahasanya, yang terkait dengan fakta bahwa puisi dapat "bermain" secara gramatikal dalam pembentukan pola dan desainnya.

Post a comment for "Pengertian Puisi: Pola, Desain, dan Seni Memilih Kata"

Berlangganan via Email