Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sinopsis Perempuan di Titik Nol

Sastra.xyz – Sinopsis Perempuan di Titik Nol: Firdaus adalah seorang perempuan malang yang menjadi tokoh utama dalam cerita. Pada mulanya, Si Aku ingin menemui dan melakukan wawancara kepada Firdaus yang berada di balik jeruji sel untuk menunggu hukuman gantung. Namun ia berkali-kali menolak wawancara tersebut hingga pada akhirnya Firdaus pun mau menerima wawancara Si Aku.

Pada bagian selanjutnya, sudut pandang pencerita beralih pada Firdaus. Ia menceritakan masa kecil, remaja, hingga dewasanya. Masa kecilnya ia lalui dalam kehidupan keluarga bersama ayah dan ibunya. Pengalaman masa kecil Firdaus tidak sepenuhnya menyenangkan karena ayahnya sangat galak, ringan tangan, dan egoistis. Ia lebih mementingkan dirinya ketimbang keluarga. Pengalaman-pengalaman masa kecil ini akan membentuk cara berpikir Firdaus mengenai dunia lelaki di kemudian hari.

Sinopsis Lengkap Perempuan di Titik Nol

Setelah orang tuanya meninggal, Firdaus hidup bersama pamannya. Namun pamannya ternyata tidak lebih baik daripada ayahnya. Hanya bedanya, pamannya tidak melakukan tindak kekerasan sebagaimana yang dilakukan ayahnya. Pamannya hanya berbuat kurang ajar kepada Firdaus dengan melakukan pelecehan seksual. Setelah pamannya menikah, Firdaus pun dinikahi dengan seorang pesiunan tua, yang bernama Syekh Mahmoud, yang buruk rupa dan memiliki bisul di wajahnya.

Perkawinan dengan Syekh Mahmoud tidak berjalan lama karena suaminya acapkali melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Lantaran jemu dengan perilaku kasar suaminya, Firdaus pun pergi ke jalanan dan meninggalkan lelaki tua dan pelit tersebut. Kemudian ia bertemu dengan Bayoumi, seorang pemilik kedai kopi pinggir jalan. Awalnya, Firdaus menganggap Bayoumi adalah lelaki yang baik karena mau memberinya tumpangan untuk tidur sekaligus makan. Lelaki itu juga tak pernah memukulnya. Tapi anggapan tersebut salah. Bayoumi ternyata sama saja dengan laki-laki lainnya.

Setelah berhasil kabur dari rumah Bayoumi, Firdaus pun bertemu dengan Syarifah. Pertemuan dengan Syarfahlah menyebabkan Firdaus menjadi seorang pelacur. Secara rutin, Firdaus menerima tamu lelaki yang mencari kepuasan seksual. Hingga pada akhirnya, Firdaus pun pergi dari Sharifa karena dirinya hanya dijadikan komoditas seksual lelaki.

Pengalaman menjadi pelacur membuat Firdaus menjalani profesi tersebut. Ia pun menjadi pelacur yang profesional. Uang hasil pekerjaannya digunakan untuk keperluan dirinya sendiri. Ia menyewa apartemen, koki untuk memasak, dan pembantu yang mengurusi pertemuan Firdaus dengan klien-kliennya. Namun pada suatu ketika, seorang teman Firdaus, Da’ii yang berprofesi sebagai wartawan mengucapkan kata-kata kasar dan menyakiti hatinya. Lelaki itu mengatakan bahwa pekerjaan Firdaus adalah pekerjaan yang hina. Semenjak itu, kemudian Firdaus mengubah perjalanan hidupnya. Ia pun keluar dari dunia pelacuran.

Dengan susah payah ia kembali mencari kerja dengan mengandalkan ijazah SMA-nya. Akhirnya ia pun mendapat pekerjaan di sebuah kantor sebuah industri besar. Meski gaji yang didapatkan Firdaus sangat kecil daripada profesinya sebagai pelacur, ia menikmatinya. Ia lebih memiliki harga diri sebagai wanita dan tidak mudah didekati para lelaki di kantornya. Hingga pada suatu ketika, ia bertemu dengan Ibrahim—sosok yang membuat hati Firdaus luluh. Ibrahim adalah lelaki yang dianggap Firdaus “revolusioner”, dan mampu membuat perasaan citanya tumbuh. Namun cinta Firdaus kandas di tengah jalan karena Ibrahim ternyata dijodohkan dengan anak perempuan dari direktur perusahaan.

Mengalami patah hati, Firdaus pun meninggalkan kantor dan ia kembali menjadi seorang pelacur lagi. Ia masuk ke dunia pelacuran hingga pada suatu ketika ada seorang germo yang bernama Marzouk yang berdalih ingin melindungi Firdaus dari kejaran germo-germo lainnya. Tapi Firdaus menolak. Ia ingin sepenuhnya bebas menjadi seorang pelacur tanpa diatur oleh orang lain. Kemudian terjadi pertengkaran hebat yang berujung pada kematian Marzouk karena tertusuk sebilah pisau oleh Firdaus.

Pada akhir kisah, Firdaus mendekam di bui. Ia diminta untuk mengirim surat permohonan kepada raja agar mendapatkan keringanan hukuman mati menjadi hukuman seumur hidup. Namun Firdaus menolaknya. Ia lebih baik mati karena hal itu lebih terhormat. 

Post a Comment for "Sinopsis Perempuan di Titik Nol"

Berlangganan via Email