Daur

Di rak itu, aku menemukan bukuku berbaris dalam tujuh jilid. Daur I sampai Daur VII, masing-masing seperti kawan lama yang tak pernah menagih janji.

Aku menyentuh punggungnya. Tiba-tiba teringat, dulu aku membaca buku-buku itu untuk mencari jawaban. Belakangan kusadari, justru buku-buku itulah yang membuatku semakin banyak bertanya.

Kini mereka diam di rak. Aku yang berubah. Dan mungkin, itulah pekerjaan buku: menunggu kita pulang kepada diri sendiri.