HULL, 22 Agustus 2026 – Hull City mengawali kembalinya mereka ke Premier League dengan cara yang nyaris tak terbayangkan. Bermain di hadapan pendukung sendiri di MKM Stadium, Sabtu (22/8), Hull City menundukkan Manchester United dengan skor 2-0. Kemenangan tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar pada pekan pertama Premier League 2026/27.
Hull tampil penuh keberanian sejak pertandingan dimulai. Tim asuhan Sergej Jakirović mampu memberikan tekanan dan memenangkan banyak duel, sementara Manchester United justru kesulitan mengembangkan permainan meskipun lebih banyak menguasai bola. Dua gol Hull lahir dari situasi bola mati, sebuah aspek yang terbukti menjadi kelemahan serius bagi lini pertahanan United pada pertandingan tersebut.
Gol pertama Hull tercipta pada menit ke-17. Berawal dari situasi bola mati, Semi Ajayi menjadi pemain yang paling sigap memanfaatkan bola muntah hasil penyelamatan kiper Manchester United, Senne Lammens. Bek tengah Hull tersebut melepaskan tembakan keras untuk membawa tuan rumah unggul 1-0.
Hull kembali menghukum pertahanan United pada menit ke-38. Kali ini Nobel Mendy menyambut umpan dari situasi bola mati dan mencetak gol pada debutnya. Dua gol tersebut membuat Hull memasuki jeda pertandingan dengan keunggulan 2-0 sekaligus menempatkan Manchester United dalam situasi yang sulit.
Manchester United berusaha bangkit pada babak kedua. Michael Carrick memasukkan Marcus Rashford untuk menambah daya gedor, tetapi perubahan tersebut tidak cukup untuk membongkar pertahanan Hull. United memang menguasai sekitar 72 persen penguasaan bola, namun dominasi tersebut tidak banyak menghasilkan peluang berbahaya.
Sebaliknya, Hull tampil disiplin sampai peluit akhir. Penjaga gawang Konstantinos Tzolakis juga tampil tenang dalam debutnya dan beberapa kali mampu mengamankan peluang yang datang dari United. Hull akhirnya mempertahankan keunggulan 2-0 dan meraih tiga poin bersejarah.
Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena menjadi kemenangan liga pertama Hull City atas Manchester United dalam 52 tahun. Bagi Hull, yang baru kembali ke Premier League setelah sembilan tahun, tiga poin tersebut menjadi pernyataan keras bahwa mereka tidak sekadar datang untuk melengkapi jumlah peserta.
Sementara itu, Manchester United harus menerima kenyataan pahit pada laga perdana era Michael Carrick sebagai manajer tetap. Kekalahan tersebut memang baru terjadi pada satu pertandingan, tetapi performa di Hull memperlihatkan sejumlah persoalan yang harus segera dibenahi, terutama dalam menghadapi bola mati dan membangun serangan yang lebih efektif.
Hull tampil penuh keberanian sejak pertandingan dimulai. Tim asuhan Sergej Jakirović mampu memberikan tekanan dan memenangkan banyak duel, sementara Manchester United justru kesulitan mengembangkan permainan meskipun lebih banyak menguasai bola. Dua gol Hull lahir dari situasi bola mati, sebuah aspek yang terbukti menjadi kelemahan serius bagi lini pertahanan United pada pertandingan tersebut.
Gol pertama Hull tercipta pada menit ke-17. Berawal dari situasi bola mati, Semi Ajayi menjadi pemain yang paling sigap memanfaatkan bola muntah hasil penyelamatan kiper Manchester United, Senne Lammens. Bek tengah Hull tersebut melepaskan tembakan keras untuk membawa tuan rumah unggul 1-0.
Hull kembali menghukum pertahanan United pada menit ke-38. Kali ini Nobel Mendy menyambut umpan dari situasi bola mati dan mencetak gol pada debutnya. Dua gol tersebut membuat Hull memasuki jeda pertandingan dengan keunggulan 2-0 sekaligus menempatkan Manchester United dalam situasi yang sulit.
Manchester United berusaha bangkit pada babak kedua. Michael Carrick memasukkan Marcus Rashford untuk menambah daya gedor, tetapi perubahan tersebut tidak cukup untuk membongkar pertahanan Hull. United memang menguasai sekitar 72 persen penguasaan bola, namun dominasi tersebut tidak banyak menghasilkan peluang berbahaya.
Sebaliknya, Hull tampil disiplin sampai peluit akhir. Penjaga gawang Konstantinos Tzolakis juga tampil tenang dalam debutnya dan beberapa kali mampu mengamankan peluang yang datang dari United. Hull akhirnya mempertahankan keunggulan 2-0 dan meraih tiga poin bersejarah.
Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena menjadi kemenangan liga pertama Hull City atas Manchester United dalam 52 tahun. Bagi Hull, yang baru kembali ke Premier League setelah sembilan tahun, tiga poin tersebut menjadi pernyataan keras bahwa mereka tidak sekadar datang untuk melengkapi jumlah peserta.
Sementara itu, Manchester United harus menerima kenyataan pahit pada laga perdana era Michael Carrick sebagai manajer tetap. Kekalahan tersebut memang baru terjadi pada satu pertandingan, tetapi performa di Hull memperlihatkan sejumlah persoalan yang harus segera dibenahi, terutama dalam menghadapi bola mati dan membangun serangan yang lebih efektif.