1984 adalah novel distopia klasik yang menggambarkan sebuah dunia di bawah kekuasaan mutlak rezim totaliter yang dikenal sebagai The Party, yang dipimpin oleh tokoh figur Big Brother. Cerita berlangsung di negara Oceania, salah satu dari tiga supernegara saling berperang, di mana setiap aspek kehidupan warga dikontrol secara ketat melalui pengawasan terus-menerus, propaganda, dan manipulasi fakta. Rezim ini menggunakan bahasa baru yang disebut Newspeak untuk membatasi kemampuan berpikir bebas dan konsep seperti doublethink (menerima dua ide yang bertentangan secara bersamaan) menjadi alat kontrol masyarakat.
Tokoh utama, Winston Smith, adalah anggota kelas rendah Partai yang bekerja di Kementerian Kebenaran, tempat ia mengubah catatan sejarah agar sesuai dengan versi resmi Partai yang berubah-ubah. Meski terlibat dalam mesin propaganda, Winston menaruh keraguan terhadap rezim dan mulai mencari kebenaran serta mempertahankan ingatannya sendiri atas realitas. Ia menjalin hubungan terlarang dengan Julia, yang berbagi rasa benci terhadap kekuasaan Partai, dan keduanya mencoba mempertahankan ruang kecil privasi dan kemanusiaan di tengah dunia yang mencoba menghancurkan keduanya.
Namun perlawanan mereka berakhir tragis setelah keduanya ditangkap oleh Polisi Pikiran dengan bantuan O’Brien, seorang anggota Partai yang berpura-pura membantu mereka. Winston kemudian mengalami pembongkaran mental dan fisik di Ruang 101, di mana ketakutan terbesarnya digunakan untuk memaksanya mengkhianati Julia. Pada akhirnya, setelah mengalami indoktrinasi brutal, Winston dilepaskan kembali sebagai warga yang patuh dan bahkan mencintai Big Brother, mencerminkan kekalahan utuh individu di bawah tekanan total pemerintahan otoriter.