Postingan populer dari blog ini

Setelah sekian lama mencari; 27 Desember 2006 malam kudapatkan sentuhan nurani yang mendalam. Danarto dengan monolognya, berjudul "hany...

Teater Itu Menyentuh

Penyair dan kritik sosial – Menteri Sekretaris Negara Moerdiono, waktu menyambut acara mengenang setengah abad wafatnya penyair besar ...

Penyair dan kritik sosial

AD Pirous - Kaligrafi dan lukisan pada mulanya merupakan dua hal yang berbeda. Kaligrafi adalah ilmu menulis, sedangkan lukisan adalah kary...

AD Pirous: Berkesenian itu Mencari Kebenaran

Puisi cinta adalah bentuk yang paling banyak digemari orang, terutama mereka yang sedang dilanda kasmaran atau sedang jatuh cinta. Dari segi...

Tips Menulis Puisi Cinta (Bagian 1)

Kepengurusan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) harus diubah dan tidak lagi ditentukan oleh Akademi Jakarta serta Gubernur DKI Jakarta, demikia...

Dewan Kesenian Jakarta Harus Dirombak Total

Bagi saya, apa yang paling terkenang dari puisi Sitor Situmorang dari periode awal, yakni terbit pada 1950-an, khususnya kumpulan Surat K...

Sitor Situmorang

Dalam cerpen Kecubung Pengasihan (1968), Danarto (62) mengisahkan perempuan hamil tua, menyambung hidup dengan memakan bunga-bunga. Berka...

Cerita Rupa dan Mistik Danarto

Sitor - Apa yang paling mudah diingat dari puisi-puisi penyair Sitor Situmorang bukanlah isi filsafatnya, melainkan tertib bunyi dan tert...

Puisi Sitor Situmorang Tertib Bunyi Tertib Rupa