Car Free Day Slamet Riyadi

Pagi itu Iliana berdiri tenang di Car Free Day Slamet Riyadi. Rambutnya sedikit kusut, matanya jujur, tubuhnya kecil tapi tidak gentar. Di sampingnya seekor burung hantu bertengger diam, seolah ikut menjadi bagian dari keramaian pagi yang bergerak perlahan.

Jalanan dipenuhi langkah orang-orang, tawa anak-anak, pedagang kaki lima, dan warna payung yang saling bersahutan. Namun Iliana seperti memiliki waktunya sendiri. Ia berdiri tanpa tergesa, tanpa takut, tanpa perlu membuktikan apa pun. Burung hantu itu pun sama, diam di tengah riuh, setia pada ketenangannya.

Melihat mereka berdua di pagi Car Free Day itu, aku kembali ingat kenapa dulu orang-orang terasa lebih sabar. Barangkali karena pagi memberi ruang untuk bernapas sebelum hari benar-benar dimulai. Di tengah kota yang kini mudah marah, ketenangan masih mungkin hadir, sesederhana seorang anak dan seekor burung hantu di Slamet Riyadi.