Jakarta Sebelum Pagi bercerita tentang Emina, seorang perempuan pekerja kantoran biasa yang kehidupannya berubah ketika ia mulai menerima kiriman misterius berupa surat dan bunga yang diikat pada balon perak tanpa pengirim yang jelas. Awalnya Emina penasaran dan tidak takut, namun rasa ingin tahunya mendorong ia untuk mencari tahu identitas orang yang mengirimkan surat-surat tersebut, yang tampaknya mengamati setiap aspeknya hidupnya di Jakarta. Cerita ini berlangsung dengan latar kota metropolitan Jakarta di malam hari, penuh suasana senyap dan petunjuk-petunjuk tak terduga yang menuntun Emina menyusuri berbagai sudut kota.
Dalam perjalanan pencariannya, Emina bertemu dengan karakter-karakter unik seperti Suki, seorang anak kecil pemilik toko bunga yang pemikirannya dewasa melebihi umurnya, dan Abel, seorang laki-laki misterius yang kemudian membantu Emina mengungkap teka-teki di balik surat-surat tersebut. Pertemuan ini tidak hanya membawa Emina lebih dekat pada jawaban dari misteri pengirim surat, tetapi juga mempertemukan mereka dengan rahasia pribadi dan masa lalu yang tak terduga, membuka lapisan hubungan, perasaan, dan pemaknaan hidup yang lebih dalam.
Novel ini mengeksplorasi tema pencarian identitas, hubungan antarmanusia, dan harapan di tengah kesendirian serta keramaian kota besar. Jakarta yang digambarkan bukan sekadar latar, tetapi juga menjadi bagian dari kisah emosional dan filosofis yang mengiringi perjalanan Emina menyusuri malam demi malam sebelum pagi tiba, menghadirkan pengalaman membaca yang penuh teka-teki serta refleksi tentang kehidupan modern.
Dalam perjalanan pencariannya, Emina bertemu dengan karakter-karakter unik seperti Suki, seorang anak kecil pemilik toko bunga yang pemikirannya dewasa melebihi umurnya, dan Abel, seorang laki-laki misterius yang kemudian membantu Emina mengungkap teka-teki di balik surat-surat tersebut. Pertemuan ini tidak hanya membawa Emina lebih dekat pada jawaban dari misteri pengirim surat, tetapi juga mempertemukan mereka dengan rahasia pribadi dan masa lalu yang tak terduga, membuka lapisan hubungan, perasaan, dan pemaknaan hidup yang lebih dalam.
Novel ini mengeksplorasi tema pencarian identitas, hubungan antarmanusia, dan harapan di tengah kesendirian serta keramaian kota besar. Jakarta yang digambarkan bukan sekadar latar, tetapi juga menjadi bagian dari kisah emosional dan filosofis yang mengiringi perjalanan Emina menyusuri malam demi malam sebelum pagi tiba, menghadirkan pengalaman membaca yang penuh teka-teki serta refleksi tentang kehidupan modern.