Joglo Pleret

Malam turun pelan di halaman yang hijau, lampu-lampu kecil menggantung di antara daun-daun lebar. Iliana duduk bersandar di kursi rotan, kakinya terjulur santai, matanya mengikuti sesuatu yang tak terlihat. Udara terasa hangat dan tenang, seperti malam yang tidak ingin tergesa berlalu.

Di seberangnya, Nana duduk dengan sikap tenang, tangannya sibuk dengan mainan Iliana di atas meja. Segelas minuman dingin berdiri di sampingnya, uap dingin menempel di dinding kaca. Tidak banyak kata terucap, tapi kehadiran cukup menjadi percakapan. Iliana sesekali melirik, memastikan ibunya ada di sana.

Iliana belajar menikmati diam, Nana menikmati kebersamaan yang tidak menuntut apa-apa. Di bawah cahaya lampu taman, waktu seolah melunak, memberi ruang untuk bernapas bersama.