Ke Kantor Bapak

Siang itu matahari sudah tinggi, cahayanya jatuh rata di antara pepohonan dan deretan mobil yang terparkir. Nana duduk di atas motor, wajahnya fokus namun tenang. Di depannya berdiri Iliana, anakku, helm kecil menutupi kepalanya, kedua tangannya menggenggam setang dengan keseriusan yang lucu. Jalanan tidak terburu-buru, seolah memberi ruang untuk belajar pelan-pelan.

Motor berjalan perlahan. Nana menjaga keseimbangan, Iliana belajar percaya. Tidak ada percakapan yang keras, mungkin hanya kalimat pendek, mungkin hanya isyarat tubuh. Siang itu bukan tentang pergi jauh, melainkan tentang kebersamaan dalam jarak dekat. Tentang anak yang mulai mengenal dunia, dan ibu yang setia menjadi penyangga pertama.

Di tengah rutinitas dan waktu yang sering terasa sempit, momen seperti ini muncul tanpa rencana. Singkat, sederhana, tapi penuh makna. Iliana tidak sedang belajar mengendarai motor, ia sedang belajar merasa aman. Nana tidak sekadar mengantar, ia sedang menanamkan ketenangan. Siang berjalan seperti biasa, tapi kenangannya tinggal lama.