Malam berhenti sejenak di depan Leuit Hills. Lampu-lampu menggambar garis hangat di kayu, membuat bangunan itu tampak tenang di tengah gelap. Tangga pendek mengantar ke ruang yang belum ramai, seolah memberi waktu untuk menarik napas sebelum masuk.
Aku baru pertama kali ke sini, masih di Majenang. Setelah berjalan dan mencoba cilok di pinggir jalan, langkahku berakhir di tempat ini. Tidak ada target selain duduk sebentar, melihat sekitar, membiarkan hari mereda.
Di ketinggian ini, Majenang terasa lapang. Kota yang tadi ramai kini mengecil, menyisakan cahaya, kayu, dan malam yang pelan.
Aku baru pertama kali ke sini, masih di Majenang. Setelah berjalan dan mencoba cilok di pinggir jalan, langkahku berakhir di tempat ini. Tidak ada target selain duduk sebentar, melihat sekitar, membiarkan hari mereda.
Di ketinggian ini, Majenang terasa lapang. Kota yang tadi ramai kini mengecil, menyisakan cahaya, kayu, dan malam yang pelan.