Orang-Orang Proyek - Ahmad Tohari

Orang-Orang Proyek adalah novel karya Ahmad Tohari yang berkisah tentang Kabul, seorang insinyur muda yang idealis dan mantan aktivis kampus yang ditugaskan sebagai kepala pelaksana pembangunan jembatan di sebuah desa pada era Orde Baru. Dalam menjalankan proyek tersebut, ia dihadapkan pada konflik moral karena tekanan politik yang mengharuskan proyek selesai tepat waktu untuk kepentingan kampanye partai penguasa, meskipun hal itu berarti mengorbankan mutu konstruksi yang seharusnya sesuai standar. Novel ini menggambarkan bagaimana praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme meresap dalam proses pembangunan yang mestinya membawa kemaslahatan bagi masyarakat kecil.


Kisah juga menyelipkan interaksi sosial serta dinamika hubungan antara Kabul dengan berbagai tokoh di sekitar proyek, seperti Wati, yang bekerja di kantor proyek dan perlahan memiliki hubungan personal dengannya, serta Basar, kepala desa yang juga harus tunduk pada kehendak penguasa demi mempertahankan posisinya. Tekanan dari pihak politik dan birokrasi membuat Kabul harus berpikir keras untuk menyeimbangkan idealismenya dengan realitas praktis yang penuh kompromi.


Novel ini mengkritik sistem kekuasaan pada masa itu yang kerap memanfaatkan proyek pembangunan sebagai ajang “bancakan” dan pencitraan politik, sementara masyarakat kecil justru menjadi korban akibat kualitas pembangunan yang direndahkan demi keuntungan sepihak. Tohari menggunakan latar pedesaan sebagai cermin ketimpangan sosial dan moral dalam masyarakat Indonesia pada dekade 1990-an, menjadikannya kritik tajam terhadap praktik KKN dan hegemoni politik yang merusak nilai kemanusiaan.