Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam adalah novel karya Dian Purnomo yang mengangkat isu ketidakadilan terhadap perempuan dalam konteks adat istiadat dan budaya di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Cerita berpusat pada tokoh utama bernama Magi Diela, seorang perempuan yang berpendidikan tinggi dan kembali ke kampung halamannya untuk melakukan penyuluhan sosial. Nasibnya berubah ketika ia diculik dan dipaksa menjalani tradisi kawin tangkap yang masih dianut di masyarakat setempat, praktik di mana perempuan diambil sebagai istri tanpa persetujuan penuh dari dirinya. Novel ini menggambarkan perjuangan batin Magi dalam menghadapi tekanan budaya yang merendahkan perempuan serta ketimpangan gender yang kuat dalam struktur sosialnya.
Dalam perjalanannya, Magi Diela berupaya keras melawan ketidakadilan tersebut, mempertahankan martabat dan haknya sebagai seorang individu di tengah tradisi yang mengekangnya. Novel ini sarat dengan gambaran praktik diskriminatif seperti marginalisasi, subordinasi, stereotipe gender, serta berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan yang hadir dalam kehidupan tokoh utama maupun perempuan lain di sekitarnya. Temanya tak sekadar konflik personal tetapi juga kritik sosial terhadap patriarki dan adat yang memposisikan perempuan sebagai objek yang dapat “diperdagangkan” dalam struktur budaya tertentu.
Selain konflik budaya, Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam menyajikan nilai perjuangan, keberanian, serta pencarian identitas di tengah tekanan masyarakat yang kuat. Cerita ini mengajak pembaca merenungkan hubungan antara individu dengan tradisi, serta bagaimana ketidakadilan gender dapat memengaruhi kehidupan perempuan secara mendalam, mendorong mereka untuk mencari kebebasan dan martabat di luar batasan normatif yang mengikat.