Pukul Setengah Lima - Rintik Sedu

Pukul Setengah Lima adalah novel karya Rintik Sedu yang berkisah tentang Alina, seorang perempuan yang membenci hidupnya dan sering merasa kosong secara emosional. Ia tumbuh dalam keluarga yang tidak harmonis dan membawa luka batin yang dalam, sehingga ia tidak lagi merasakan arti “pulang” sebagai kenyamanan tetapi justru sesuatu yang dihindari. Rutinitas hariannya berjalan monoton sebagai pekerja kantoran tanpa harapan, sampai sebuah pertemuan di bus pada sore hari pukul setengah lima mengubah arah hidupnya sedikit demi sedikit.


Dalam pertemuan itu Alina bertemu dengan seorang laki-laki yang kemudian membuatnya menciptakan realitas lain untuk dirinya sendiri. Alina mulai berpura-pura menjadi “Marni”, nama yang ia ambil dari ibunya, sebagai cara untuk melarikan diri dari kesedihan hidupnya yang sesungguhnya. Kepura-puraan ini membuat ia merasakan kebahagiaan baru dan menunjukkan sisi dirinya yang berbeda, tetapi juga membawa konflik batin serta dilema tentang identitas dan kejujuran.


Cerita berputar pada perjuangan Alina untuk menemukan makna hidup dan cinta sejati dalam bayang-bayang kebohongan yang ia ciptakan sendiri. Novel ini menyingkap tema-tema seperti trauma, pencarian jati diri, serta pentingnya menerima diri sendiri dan kembali menghadapi kenyataan hidup. Melalui bahasa puitis dan penggambaran emosi yang mendalam, Rintik Sedu mengajak pembaca merenungkan tentang kepura-puraan, kebahagiaan, dan bagaimana seseorang bisa menemukan jalan pulang ke diri sendiri.