Susu Boyolali

Bapak itu berdiri di balik gerobaknya sejak pagi, saat udara masih dingin dan jalan belum sepenuhnya ramai. Tangannya sigap, menuang, menakar, mengaduk susu hangat yang mengepulkan uap tipis. Matahari baru naik, cahayanya jatuh lembut di seng gerobak dan botol-botol sirup yang berderet rapi.


Susu hangat itu penanda awal hari, pengusir dingin, dan jeda singkat sebelum orang-orang kembali bergegas. Gerobaknya sederhana, catnya mulai pudar, tetapi rutinitasnya utuh, setia pada pagi.


Aku memperhatikan dari jarak yang sopan. Ada kerja yang berjalan tanpa perlu diperhatikan, cukup dilakukan dengan sabar setiap hari. Di tepi jalan ini, pagi terasa lengkap bersama susu hangat yang mengepul perlahan.