Bapak itu berdiri di balik gerobaknya sejak pagi, saat udara masih dingin dan jalan belum sepenuhnya ramai. Tangannya sigap, menuang, menakar, mengaduk susu hangat yang mengepulkan uap tipis. Matahari baru naik, cahayanya jatuh lembut di seng gerobak dan botol-botol sirup yang berderet rapi.