Doa Saat Berbuka

Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila berbuka puasa beliau mengucapkan: "Dzahabadh dhama'u wabtallatil 'uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah, artinya: Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala insya Allah." (HR. Abu Dawud no. 2357, dinyatakan hasan oleh Al-Albani)

Doa ini singkat namun kaya makna. Mari kita resapi satu per satu.

"Dzahabadh dhama'u" artinya telah hilang dahaga. Ini adalah ungkapan syukur atas nikmat selesainya puasa. Setelah seharian menahan dahaga, kini dahaga itu pergi. Sebuah ekspresi lega yang tulus dari jiwa yang berpuasa.

"Wabtallatil 'uruuqu" artinya telah basah urat-urat. Ini menggambarkan keadaan tubuh yang kering akibat puasa, kini kembali segar dan bertenaga dengan berbuka.

"Wa tsabatal ajru insya Allah" artinya dan telah tetap pahala insya Allah. Inilah inti dari doa ini: harapan bahwa pahala puasa yang telah dikerjakan sudah tersimpan di sisi Allah. Kata "insya Allah" bukan keraguan, tapi adab seorang hamba yang tidak merasa pasti bahwa amalnya diterima, sambil tetap berharap kepada rahmat Allah.

Ada juga doa yang masyhur: "Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu." Namun para ahli hadits menyatakan bahwa hadits ini derajatnya lemah. Maka yang lebih aman adalah menggunakan doa yang diriwayatkan Ibnu Umar di atas. Setiap berbuka puasa, jadikan doa ini sebagai pengingat: puasa kita bukan hanya soal fisik, tapi soal harapan pahala di sisi Allah.