Dua Kebahagiaan Orang yang Berpuasa

Dalam hadits yang shahih, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu Rabb-nya." (HR. Bukhari no. 1904 dan Muslim no. 1151)

Dua kebahagiaan. Bukan satu, tapi dua. Dan betapa indahnya Allah merangkai keduanya, satu di dunia dan satu di akhirat.

Kebahagiaan pertama adalah saat berbuka. Siapa yang tidak merasakan nikmatnya? Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, tiba saat maghrib, dan seteguk air putih terasa seperti surga. Sebutir kurma yang masuk ke mulut terasa begitu manis. Inilah kebahagiaan sederhana yang Allah anugerahkan kepada orang yang berpuasa. Bukan kebahagiaan yang dibuat-buat, tapi kebahagiaan yang tulus lahir dari pengorbanan.

Namun kebahagiaan kedua jauh lebih besar dan lebih agung. Kebahagiaan saat bertemu Allah Ta'ala. Ketika di akhirat, orang yang berpuasa dengan ikhlas akan merasakan kebahagiaan yang tak terlukiskan: bertemu dengan Dzat yang selama ini menjadi tujuan puasanya. Allah Yang Maha Indah, yang karena-Nya ia rela menahan diri dari semua kelezatan dunia.

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa kebahagiaan saat bertemu Allah ini adalah puncak dari segala kebahagiaan. Tidak ada kebahagiaan yang lebih sempurna dari melihat wajah Allah Ta'ala di surga. Maka setiap kali kita merasa lelah berpuasa, ingatlah bahwa ada dua kebahagiaan yang menanti. Yang pertama sudah terbukti setiap hari saat adzan maghrib berkumandang. Dan yang kedua? Ia jauh lebih indah dari yang bisa kita bayangkan.