Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa memperbanyak istighfar, Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan, kelapangan dari setiap kesusahan, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Abu Dawud no. 1518, dinyatakan shahih oleh Al-Albani)
Istighfar bukan sekadar ritual pengucapan. Ia adalah pengakuan jujur seorang hamba tentang kelemahannya di hadapan Allah Yang Maha Sempurna. Dan janji Allah terhadap istighfar sungguh luar biasa: jalan keluar dari masalah, kelapangan dari kesempitan, dan rezeki yang tak terduga.
Di bulan Ramadan, istighfar memiliki nilai yang berlipat ganda. Allah berfirman: "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisa: 110)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, manusia yang paling bersih dari dosa, membaca istighfar lebih dari tujuh puluh kali sehari. Beliau bersabda: "Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya seratus kali setiap hari." (HR. Muslim no. 2702)
Jika Nabi yang dijamin surga pun beristighfar sesering itu, bagaimana dengan kita yang penuh dosa ini? Ramadan adalah bulan penuh kesempatan untuk beristighfar. Saat sahur, saat menunggu berbuka, saat dalam perjalanan, saat waktu luang, jadikan lisan kita basah dengan istighfar. "Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah." Tiga kata yang ringkas, tapi mengandung kekuatan yang mampu mengubah takdir.
Istighfar bukan sekadar ritual pengucapan. Ia adalah pengakuan jujur seorang hamba tentang kelemahannya di hadapan Allah Yang Maha Sempurna. Dan janji Allah terhadap istighfar sungguh luar biasa: jalan keluar dari masalah, kelapangan dari kesempitan, dan rezeki yang tak terduga.
Di bulan Ramadan, istighfar memiliki nilai yang berlipat ganda. Allah berfirman: "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisa: 110)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, manusia yang paling bersih dari dosa, membaca istighfar lebih dari tujuh puluh kali sehari. Beliau bersabda: "Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya seratus kali setiap hari." (HR. Muslim no. 2702)
Jika Nabi yang dijamin surga pun beristighfar sesering itu, bagaimana dengan kita yang penuh dosa ini? Ramadan adalah bulan penuh kesempatan untuk beristighfar. Saat sahur, saat menunggu berbuka, saat dalam perjalanan, saat waktu luang, jadikan lisan kita basah dengan istighfar. "Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah." Tiga kata yang ringkas, tapi mengandung kekuatan yang mampu mengubah takdir.