Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa berpuasa Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)
Hadits ini adalah kabar gembira yang luar biasa. Allah menjanjikan ampunan total atas dosa-dosa masa lalu bagi siapa saja yang berpuasa Ramadan. Namun perhatikan syaratnya: "iimaanan" (dengan keimanan) dan "ihtisaaban" (mengharap pahala dari Allah).
"Iimanan" berarti berpuasa bukan karena ikut-ikutan, bukan karena tradisi, bukan karena malu kepada tetangga. Tapi karena benar-benar percaya bahwa puasa adalah perintah Allah yang wajib dilaksanakan. Keyakinan ini yang membuat puasa menjadi ibadah, bukan sekadar ritual.
"Ihtisaaban" berarti mengharap pahala dari Allah semata. Bukan pamer di media sosial, bukan agar dipuji sebagai orang shalih, bukan karena ingin langsing. Motivasinya murni: mengharap ridha dan pahala dari Allah Ta'ala.
Ketika dua syarat ini terpenuhi, Allah menjanjikan ampunan atas dosa-dosa masa lalu. Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar memerlukan taubat yang khusus.
Namun betapa besar rahmat Allah! Sebulan penuh berpuasa dengan ikhlas dan benar, semua dosa kecil yang pernah kita lakukan terhapus. Kita keluar dari Ramadan seperti bayi yang baru lahir, bersih tanpa noda.
Pertanyaannya: sudahkah kita memenuhi dua syarat ini dalam puasa kita?
Hadits ini adalah kabar gembira yang luar biasa. Allah menjanjikan ampunan total atas dosa-dosa masa lalu bagi siapa saja yang berpuasa Ramadan. Namun perhatikan syaratnya: "iimaanan" (dengan keimanan) dan "ihtisaaban" (mengharap pahala dari Allah).
"Iimanan" berarti berpuasa bukan karena ikut-ikutan, bukan karena tradisi, bukan karena malu kepada tetangga. Tapi karena benar-benar percaya bahwa puasa adalah perintah Allah yang wajib dilaksanakan. Keyakinan ini yang membuat puasa menjadi ibadah, bukan sekadar ritual.
"Ihtisaaban" berarti mengharap pahala dari Allah semata. Bukan pamer di media sosial, bukan agar dipuji sebagai orang shalih, bukan karena ingin langsing. Motivasinya murni: mengharap ridha dan pahala dari Allah Ta'ala.
Ketika dua syarat ini terpenuhi, Allah menjanjikan ampunan atas dosa-dosa masa lalu. Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar memerlukan taubat yang khusus.
Namun betapa besar rahmat Allah! Sebulan penuh berpuasa dengan ikhlas dan benar, semua dosa kecil yang pernah kita lakukan terhapus. Kita keluar dari Ramadan seperti bayi yang baru lahir, bersih tanpa noda.
Pertanyaannya: sudahkah kita memenuhi dua syarat ini dalam puasa kita?