Di dalam mobil yang beraroma hujan, aku duduk sambil menahan kantuk sore yang basah. Di kursi depan, seorang perempuan berhijab menoleh setengah badan, tangannya mengangkat plastik berisi minuman merah menyala, seperti membawa pulang sepotong senja yang belum sempat padam. Tetes air di kaca jendela berbaris rapi, dan aku merasa perjalanan ini bukan sekadar pindah tempat, melainkan upaya kecil menyelamatkan hari agar tetap punya cerita.