Pintu Ar-Rayyan

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan. Pada hari kiamat, orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut. Tidak ada seorang pun selain mereka yang boleh memasukinya. Dikatakan: Di mana orang-orang yang berpuasa? Maka mereka pun berdiri, dan tidak ada seorang pun selain mereka yang boleh masuk. Jika mereka telah masuk, pintu itu ditutup dan tidak ada lagi yang dapat memasukinya." (HR. Bukhari no. 1896 dan Muslim no. 1152)

Ar-Rayyan berasal dari kata "rawa" yang bermakna puas, segar, dan tidak haus. Sungguh nama yang sangat indah bagi pintu khusus ini. Di hari kiamat yang panas membara, ketika manusia berdiri dalam keringat yang mengalir deras, orang-orang yang berpuasa akan mendapatkan kehormatan tersendiri: dipanggil secara khusus untuk memasuki surga melalui pintu kemuliaan yang bernama Ar-Rayyan.

Bayangkan betapa agungnya momen itu. Setelah bertahun-tahun berpuasa di bulan Ramadan, menahan lapar dan dahaga di bawah terik matahari, kelelahan itu akan terbayar lunas saat nama mereka dipanggil di hari yang paling besar dalam sejarah alam semesta.

Keistimewaan ini bukan tanpa alasan. Puasa adalah latihan kesabaran yang sesungguhnya. Ia mengajarkan kita bahwa nafsu bisa dikendalikan, bahwa keinginan bisa ditunda, dan bahwa perintah Allah lebih utama dari segalanya. Orang yang mampu menguasai dirinya selama sebulan penuh, ia layak mendapatkan pintu surganya sendiri.

Semoga kita termasuk di antara mereka yang dipanggil pada hari itu, yang dengan bangga berjalan memasuki pintu Ar-Rayyan bersama orang-orang yang dicintai Allah.