Orang-orang itu berjalan di antara hari-hari seperti bayangan yang lupa pada matahari yang melahirkannya. Mereka melemparkan kata-kata kasar seperti batu ke sungai yang tenang, tak pernah menoleh untuk melihat riak yang diam-diam menenggelamkan hati orang lain. Dalam mulut mereka, bahasa kehilangan doa dan berubah menjadi debu yang beterbangan di lorong-lorong sore yang pengap.