Ayam itu datang di atas piring panas yang masih mendesis pelan, seolah membawa kabar penting dari dapur yang tak sabar. Balutan tepungnya keriting dan keemasan, lalu disiram saus merah menyala yang mengilap seperti matahari sore yang tumpah tanpa izin. Aku menatapnya dengan khidmat, sebagaimana orang desa menatap sawahnya yang siap panen, penuh harap dan sedikit rakus.
Aromanya naik perlahan, menyentuh hidungku dengan janji-janji kecil yang sulit ditolak. Saus itu tampak manis, mungkin sedikit pedas, menggenggam erat setiap lekuk renyah ayam goreng yang baru saja bertarung dengan minyak panas. Aku memotongnya pelan, mendengar bunyi kriuk yang jujur, bunyi yang selalu berhasil membuatku percaya bahwa hidup, setidaknya untuk sesaat, baik-baik saja. Di tengah kesibukan dan angka-angka yang sering membuat kepalaku penat, sepiring ayam ini seperti pengampunan.
Gigitan pertama terasa hangat dan ramai, perpaduan renyah dan lengket yang tak rapi namun memikat. Sausnya menempel di bibirku, di jariku, dan mungkin juga di hatiku. Aku tersenyum sendiri, menyadari betapa mudahnya bahagia itu kadang ditemukan, bukan di tempat jauh, bukan dalam peristiwa besar, melainkan di atas piring hitam sederhana, pada ayam goreng yang berani bermandikan saus merah tanpa rasa takut.
Aromanya naik perlahan, menyentuh hidungku dengan janji-janji kecil yang sulit ditolak. Saus itu tampak manis, mungkin sedikit pedas, menggenggam erat setiap lekuk renyah ayam goreng yang baru saja bertarung dengan minyak panas. Aku memotongnya pelan, mendengar bunyi kriuk yang jujur, bunyi yang selalu berhasil membuatku percaya bahwa hidup, setidaknya untuk sesaat, baik-baik saja. Di tengah kesibukan dan angka-angka yang sering membuat kepalaku penat, sepiring ayam ini seperti pengampunan.
Gigitan pertama terasa hangat dan ramai, perpaduan renyah dan lengket yang tak rapi namun memikat. Sausnya menempel di bibirku, di jariku, dan mungkin juga di hatiku. Aku tersenyum sendiri, menyadari betapa mudahnya bahagia itu kadang ditemukan, bukan di tempat jauh, bukan dalam peristiwa besar, melainkan di atas piring hitam sederhana, pada ayam goreng yang berani bermandikan saus merah tanpa rasa takut.