Malam itu hujan baru saja selesai menunaikan tugasnya, meninggalkan aspal mengilap seperti cermin murah yang memantulkan cahaya dengan jujur. Di tengah gelap yang luas, gerobak kecil bertuliskan Pentol Galaxy bersinar seperti kapal luar angkasa yang tersesat dan memilih mendarat di parkiran ruko. Lampunya terang, warnanya ceria, seolah menolak tunduk pada muramnya langit. Aku berdiri agak jauh, menikmati pemandangan sederhana yang terasa seperti adegan film tentang orang-orang biasa yang diam-diam berani bermimpi.