Allah Ta'ala berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh (nasuha)." (QS. At-Tahrim: 8)
Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari agar orang yang berbuat dosa di siang hari bertaubat, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari agar orang yang berbuat dosa di malam hari bertaubat. Hal ini terus berlangsung hingga matahari terbit dari barat." (HR. Muslim no. 2759)
Pintu taubat tidak pernah ditutup Allah selagi masih ada nafas. Selagi matahari belum terbit dari barat, taubat masih diterima. Ini adalah rahmat Allah yang tiada terkira.
Taubat nasuha memiliki beberapa syarat yang dijelaskan para ulama: menyesal atas dosa yang telah dilakukan, berhenti dari dosa tersebut, dan bertekad tidak akan mengulanginya. Jika dosa tersebut menyangkut hak orang lain, maka wajib mengembalikan atau meminta maaf.
Bulan Ramadan adalah waktu terbaik untuk bertaubat nasuha. Suasana spiritual yang tinggi, godaan setan yang berkurang, hati yang lebih lembut karena puasa, semua ini menjadi faktor pendukung taubat yang tulus.
Jangan tunda taubat. Tidak ada jaminan kita akan hidup hingga Ramadan berikutnya. Tidak ada jaminan pintu taubat masih terbuka esok hari. Allah berfirman: "Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan yang hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, barulah ia mengatakan: Sesungguhnya saya bertaubat sekarang." (QS. An-Nisa: 18) Bertaubatlah sekarang. Di bulan yang paling mulia ini. Sebelum terlambat.
Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari agar orang yang berbuat dosa di siang hari bertaubat, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari agar orang yang berbuat dosa di malam hari bertaubat. Hal ini terus berlangsung hingga matahari terbit dari barat." (HR. Muslim no. 2759)
Pintu taubat tidak pernah ditutup Allah selagi masih ada nafas. Selagi matahari belum terbit dari barat, taubat masih diterima. Ini adalah rahmat Allah yang tiada terkira.
Taubat nasuha memiliki beberapa syarat yang dijelaskan para ulama: menyesal atas dosa yang telah dilakukan, berhenti dari dosa tersebut, dan bertekad tidak akan mengulanginya. Jika dosa tersebut menyangkut hak orang lain, maka wajib mengembalikan atau meminta maaf.
Bulan Ramadan adalah waktu terbaik untuk bertaubat nasuha. Suasana spiritual yang tinggi, godaan setan yang berkurang, hati yang lebih lembut karena puasa, semua ini menjadi faktor pendukung taubat yang tulus.
Jangan tunda taubat. Tidak ada jaminan kita akan hidup hingga Ramadan berikutnya. Tidak ada jaminan pintu taubat masih terbuka esok hari. Allah berfirman: "Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan yang hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, barulah ia mengatakan: Sesungguhnya saya bertaubat sekarang." (QS. An-Nisa: 18) Bertaubatlah sekarang. Di bulan yang paling mulia ini. Sebelum terlambat.