Allahumma Innaka 'Afuwwun

Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Aku bertanya: Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan? Beliau menjawab: Ucapkanlah: Allahumma innaka 'afuwwun karim tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni, artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai maaf, maka maafkanlah aku." (HR. Tirmidzi no. 3513, dinyatakan shahih oleh Al-Albani)

Sungguh mengagumkan pilihan doa yang diajarkan Nabi untuk malam yang paling mulia sepanjang tahun. Di antara ribuan doa yang bisa dipanjatkan seperti doa minta harta, kesehatan, karir, atau jodoh, Nabi mengajarkan satu doa tentang maaf.

Ini mengandung hikmah yang dalam. Maaf adalah segalanya. Seseorang yang dimaafkan Allah tidak perlu lagi cemas tentang apapun, karena kesehatan, rezeki, keselamatan dunia dan akhirat akan menyusul sebagai konsekuensi dari maaf-Nya.

Kata "afuwwun" dalam bahasa Arab memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar memaafkan. Al-'Afw berarti menghapus kesalahan hingga tidak ada bekasnya sama sekali. Bukan hanya tidak dihukum, tapi bekas kesalahannya pun dihapus total. Inilah yang kita minta dari Allah di malam Lailatul Qadar.

Dan perhatikan: Allah "mencintai maaf" yaitu yuhibbul 'afwa. Ini berarti ketika kita meminta maaf kepada Allah, kita sedang meminta sesuatu yang Allah memang suka untuk memberikannya. Allah tidak pelit dalam urusan maaf. Dia mencintai untuk memaafkan hamba-hamba-Nya. Maka di sepuluh malam terakhir Ramadan, perbanyaklah doa ini. Ucapkan dengan hati yang hancur, dengan air mata yang tulus, dengan keyakinan bahwa Allah akan mengabulkannya.