Jangan Mendekati Zina

Allah Ta'ala berfirman: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32)

Allah tidak hanya melarang zina, tapi melarang mendekatinya. Ini menunjukkan bahwa zina tidak tiba-tiba terjadi. Ia selalu didahului oleh langkah-langkah kecil: pandangan yang tidak dijaga, percakapan yang melampaui batas, pertemuan yang tidak semestinya, konten yang memancing syahwat.

Di era media sosial, jalan menuju zina semakin lebar dan semakin licin. Konten-konten yang memancing syahwat tersedia bebas, tanpa sensor, kapan saja dan di mana saja. Jika tidak berhati-hati, jari yang menggulir layar ponsel bisa membawa kita ke tempat yang jauh dari ridha Allah.

Ramadan adalah waktu terbaik untuk menata kembali kebiasaan digital kita. Nabi bersabda: "Jauhilah tempat-tempat yang mencurigakan." (HR. Ahmad, dinyatakan hasan). Dalam konteks modern, ini bisa berarti: unfollow akun-akun yang membawa mudarat, batasi waktu scrolling media sosial, dan isi layar ponsel kita dengan konten yang bermanfaat.

Rasulullah juga bersabda: "Pandangan yang haram adalah anak panah beracun dari panah-panah iblis." (HR. Ahmad no. 22810, dinyatakan hasan). Di bulan Ramadan ketika setan dibelenggu, mari kita manfaatkan momentum ini untuk membangun benteng dari zina: jaga pandangan, jaga hati, dan jauhi segala langkah yang mendekatkan kita kepada perbuatan keji itu.