Allah Ta'ala berfirman: "Barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya." (QS. Al-Kahfi: 110)
Ayat ini adalah penutup yang sempurna untuk perjalanan Ramadan kita. Hidup ini bukan tujuan akhir. Perjalanan ini akan berakhir, dan kita semua akan bertemu dengan Allah Ta'ala. Pertanyaannya: dengan bekal apa kita menghadap-Nya?
Ramadan adalah kesempatan luar biasa untuk menimbun bekal. Setiap hari puasa, setiap rakaat tarawih, setiap lembar Al-Qur'an yang dibaca, setiap sedekah yang diberikan, setiap doa yang dipanjatkan, semua itu adalah bekal yang tersimpan di sisi Allah, menunggu kita di hari pertemuan.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: "Orang yang berakal adalah yang selalu mempersiapkan diri untuk pertemuan dengan Allah. Ia tahu bahwa mati bisa datang kapan saja, maka ia tidak pernah lengah dari mempersiapkan bekal."
Allah menyebutkan dua syarat untuk mengharap pertemuan-Nya: amal shaleh dan menjauhkan diri dari syirik. Ramadan melatih keduanya. Puasa, shalat, sedekah, dan tilawah Al-Qur'an adalah amal shaleh. Dan keikhlasan dalam beribadah hanya kepada Allah adalah jauh dari syirik.
Mari tutup Ramadan ini dengan tekad yang kuat. Tekad bahwa kita akan menjadi hamba yang lebih baik. Tekad bahwa bekal kita menuju pertemuan dengan Allah semakin bertambah setiap harinya. Dan tekad bahwa ketika kita dipanggil pulang, kita pulang dengan keadaan yang Allah ridhai. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadan yang mulia ini. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
Ayat ini adalah penutup yang sempurna untuk perjalanan Ramadan kita. Hidup ini bukan tujuan akhir. Perjalanan ini akan berakhir, dan kita semua akan bertemu dengan Allah Ta'ala. Pertanyaannya: dengan bekal apa kita menghadap-Nya?
Ramadan adalah kesempatan luar biasa untuk menimbun bekal. Setiap hari puasa, setiap rakaat tarawih, setiap lembar Al-Qur'an yang dibaca, setiap sedekah yang diberikan, setiap doa yang dipanjatkan, semua itu adalah bekal yang tersimpan di sisi Allah, menunggu kita di hari pertemuan.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: "Orang yang berakal adalah yang selalu mempersiapkan diri untuk pertemuan dengan Allah. Ia tahu bahwa mati bisa datang kapan saja, maka ia tidak pernah lengah dari mempersiapkan bekal."
Allah menyebutkan dua syarat untuk mengharap pertemuan-Nya: amal shaleh dan menjauhkan diri dari syirik. Ramadan melatih keduanya. Puasa, shalat, sedekah, dan tilawah Al-Qur'an adalah amal shaleh. Dan keikhlasan dalam beribadah hanya kepada Allah adalah jauh dari syirik.
Mari tutup Ramadan ini dengan tekad yang kuat. Tekad bahwa kita akan menjadi hamba yang lebih baik. Tekad bahwa bekal kita menuju pertemuan dengan Allah semakin bertambah setiap harinya. Dan tekad bahwa ketika kita dipanggil pulang, kita pulang dengan keadaan yang Allah ridhai. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadan yang mulia ini. Aamiin ya Rabbal 'alamin.