Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 1-3)
Di balik pemilihan Lailatul Qadar sebagai waktu turunnya Al-Qur'an, tersimpan hikmah yang mendalam. Para ulama menyebutkan beberapa di antaranya.
Pertama, Allah ingin menunjukkan kemuliaan Al-Qur'an melalui kemuliaan waktu turunnya. Malam yang lebih baik dari seribu bulan dipilih untuk menurunkan kitab yang nilainya melampaui segala sesuatu di alam semesta ini.
Kedua, Lailatul Qadar adalah malam ketika para malaikat turun ke bumi dengan membawa kebaikan dan keberkahan. Sangat tepat jika pada malam yang penuh malaikat inilah, Al-Qur'an sebagai pembawa kebaikan dan petunjuk, pertama kali hadir di langit dunia.
Ketiga, Allah memilih waktu yang paling mulia untuk menurunkan karunia yang paling agung. Ini sesuai dengan kaidah bahwa sesuatu yang berharga hadir di waktu yang berharga. Permata tidak dilempar sembarangan, tapi disimpan di tempat terbaik.
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu menjelaskan bahwa Al-Qur'an turun sekaligus ke langit dunia pada Lailatul Qadar, kemudian turun secara berangsur kepada Nabi sesuai dengan peristiwa yang terjadi. Ini menunjukkan betapa terencana dan sempurnanya sistem penurunan Al-Qur'an.
Di bulan Ramadan ini, khususnya di sepuluh malam terakhir, mari kita tingkatkan interaksi kita dengan Al-Qur'an. Karena pada malam-malam inilah Lailatul Qadar bersembunyi, menunggu kita untuk menghidupkannya dengan ibadah dan tilawah.
Di balik pemilihan Lailatul Qadar sebagai waktu turunnya Al-Qur'an, tersimpan hikmah yang mendalam. Para ulama menyebutkan beberapa di antaranya.
Pertama, Allah ingin menunjukkan kemuliaan Al-Qur'an melalui kemuliaan waktu turunnya. Malam yang lebih baik dari seribu bulan dipilih untuk menurunkan kitab yang nilainya melampaui segala sesuatu di alam semesta ini.
Kedua, Lailatul Qadar adalah malam ketika para malaikat turun ke bumi dengan membawa kebaikan dan keberkahan. Sangat tepat jika pada malam yang penuh malaikat inilah, Al-Qur'an sebagai pembawa kebaikan dan petunjuk, pertama kali hadir di langit dunia.
Ketiga, Allah memilih waktu yang paling mulia untuk menurunkan karunia yang paling agung. Ini sesuai dengan kaidah bahwa sesuatu yang berharga hadir di waktu yang berharga. Permata tidak dilempar sembarangan, tapi disimpan di tempat terbaik.
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu menjelaskan bahwa Al-Qur'an turun sekaligus ke langit dunia pada Lailatul Qadar, kemudian turun secara berangsur kepada Nabi sesuai dengan peristiwa yang terjadi. Ini menunjukkan betapa terencana dan sempurnanya sistem penurunan Al-Qur'an.
Di bulan Ramadan ini, khususnya di sepuluh malam terakhir, mari kita tingkatkan interaksi kita dengan Al-Qur'an. Karena pada malam-malam inilah Lailatul Qadar bersembunyi, menunggu kita untuk menghidupkannya dengan ibadah dan tilawah.