Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau semakin dermawan di bulan Ramadan ketika Jibril menemuinya. Jibril menemui beliau setiap malam di bulan Ramadan untuk tadarus Al-Qur'an bersama beliau. Sungguh, Rasulullah lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus." (HR. Bukhari no. 6 dan Muslim no. 2308)
"Lebih dermawan dari angin yang berhembus" adalah ungkapan yang sangat puitis dan bermakna. Angin berhembus ke mana-mana, menjangkau semua orang tanpa terkecuali, tidak pilih-pilih, tidak meminta imbalan. Demikianlah kedermawanan Nabi di bulan Ramadan.
Kedermawanan Nabi bukan hanya soal harta. Beliau dermawan dalam ilmu dengan mengajarkan siapapun yang bertanya. Dermawan dalam senyuman dengan selalu menyambut orang dengan wajah cerah. Dermawan dalam waktu dengan selalu siap mendengar keluh kesah sahabatnya. Dermawan dalam doa dengan selalu mendoakan kebaikan untuk umatnya.
Mengapa Nabi semakin dermawan di bulan Ramadan? Para ulama menjelaskan bahwa puasa melembutkan hati dan mengurangi kecintaan pada harta dan dunia. Orang yang berpuasa merasakan lapar, dan rasa lapar itu mengingatkannya pada orang-orang yang lapar setiap hari bukan karena pilihan tapi karena tidak punya makan.
Di bulan Ramadan ini, mari kita teladani Nabi. Jadilah lebih dermawan: lebih banyak bersedekah, lebih rajin membantu tetangga, lebih sering berbagi makanan, lebih murah senyum, lebih sabar dalam bergaul. Karena kedermawanan bukan hanya tentang harta, tapi tentang kebesaran jiwa.
"Lebih dermawan dari angin yang berhembus" adalah ungkapan yang sangat puitis dan bermakna. Angin berhembus ke mana-mana, menjangkau semua orang tanpa terkecuali, tidak pilih-pilih, tidak meminta imbalan. Demikianlah kedermawanan Nabi di bulan Ramadan.
Kedermawanan Nabi bukan hanya soal harta. Beliau dermawan dalam ilmu dengan mengajarkan siapapun yang bertanya. Dermawan dalam senyuman dengan selalu menyambut orang dengan wajah cerah. Dermawan dalam waktu dengan selalu siap mendengar keluh kesah sahabatnya. Dermawan dalam doa dengan selalu mendoakan kebaikan untuk umatnya.
Mengapa Nabi semakin dermawan di bulan Ramadan? Para ulama menjelaskan bahwa puasa melembutkan hati dan mengurangi kecintaan pada harta dan dunia. Orang yang berpuasa merasakan lapar, dan rasa lapar itu mengingatkannya pada orang-orang yang lapar setiap hari bukan karena pilihan tapi karena tidak punya makan.
Di bulan Ramadan ini, mari kita teladani Nabi. Jadilah lebih dermawan: lebih banyak bersedekah, lebih rajin membantu tetangga, lebih sering berbagi makanan, lebih murah senyum, lebih sabar dalam bergaul. Karena kedermawanan bukan hanya tentang harta, tapi tentang kebesaran jiwa.