Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh." (HR. Muslim no. 1164)
Para ulama menjelaskan matematika di balik hadits ini. Setiap kebaikan dilipat gandakan sepuluh kali. Puasa Ramadan (30 hari) dikali 10 menghasilkan 300 hari. Puasa Syawal (6 hari) dikali 10 menghasilkan 60 hari. Total 360 hari, yang kira-kira sama dengan satu tahun penuh dalam kalender Hijriyah.
Subhanallah! Dengan berpuasa 36 hari, yaitu 30 di Ramadan dan 6 di Syawal, Allah menghitung kita seolah berpuasa sepanjang tahun. Inilah kemurahan Allah yang tidak tertandingi.
Kapan waktu terbaik puasa Syawal? Para ulama seperti Imam Nawawi rahimahullah berpendapat bahwa lebih afdhal jika dikerjakan langsung setelah Idul Fitri, dimulai dari tanggal 2 Syawal. Namun bisa juga dilakukan kapan saja dalam bulan Syawal, baik berturut-turut maupun terpisah-pisah.
Perlu dicatat bahwa syarat mendapat pahala ini adalah harus menyelesaikan puasa Ramadan terlebih dahulu. Bagi yang memiliki hutang puasa Ramadan karena haid, sakit, atau perjalanan, sebaiknya menyelesaikan qadha puasa Ramadan terlebih dahulu sebelum puasa Syawal. Puasa Syawal juga berfungsi sebagai latihan untuk mempertahankan semangat Ramadan. Begitu selesai Idul Fitri, kita tidak langsung libur total, tapi segera melanjutkan ibadah. Ini adalah cara terbaik untuk menjaga momentum kebaikan yang telah kita bangun selama sebulan penuh.
Para ulama menjelaskan matematika di balik hadits ini. Setiap kebaikan dilipat gandakan sepuluh kali. Puasa Ramadan (30 hari) dikali 10 menghasilkan 300 hari. Puasa Syawal (6 hari) dikali 10 menghasilkan 60 hari. Total 360 hari, yang kira-kira sama dengan satu tahun penuh dalam kalender Hijriyah.
Subhanallah! Dengan berpuasa 36 hari, yaitu 30 di Ramadan dan 6 di Syawal, Allah menghitung kita seolah berpuasa sepanjang tahun. Inilah kemurahan Allah yang tidak tertandingi.
Kapan waktu terbaik puasa Syawal? Para ulama seperti Imam Nawawi rahimahullah berpendapat bahwa lebih afdhal jika dikerjakan langsung setelah Idul Fitri, dimulai dari tanggal 2 Syawal. Namun bisa juga dilakukan kapan saja dalam bulan Syawal, baik berturut-turut maupun terpisah-pisah.
Perlu dicatat bahwa syarat mendapat pahala ini adalah harus menyelesaikan puasa Ramadan terlebih dahulu. Bagi yang memiliki hutang puasa Ramadan karena haid, sakit, atau perjalanan, sebaiknya menyelesaikan qadha puasa Ramadan terlebih dahulu sebelum puasa Syawal. Puasa Syawal juga berfungsi sebagai latihan untuk mempertahankan semangat Ramadan. Begitu selesai Idul Fitri, kita tidak langsung libur total, tapi segera melanjutkan ibadah. Ini adalah cara terbaik untuk menjaga momentum kebaikan yang telah kita bangun selama sebulan penuh.