Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Rabb kita turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam yang terakhir. Lalu Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku berikan. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku ampuni." (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758)
Hadits ini tentang nuzul, yaitu turunnya Allah ke langit dunia, adalah hadits yang shahih dan wajib kita imani. Bagaimana caranya turun, kita serahkan kepada Allah. Yang kita imani adalah bahwa Allah memang turun, sesuai dengan keagungan-Nya, tanpa kita menyerupakan dengan makhluk.
Yang penting bagi kita adalah: ada momen setiap malam di mana Allah secara khusus menawarkan pengabulan doa, pemberian, dan pengampunan. Dan momen itu terjadi di sepertiga malam terakhir, sekitar pukul 02.00 hingga menjelang Subuh.
Di bulan Ramadan, momen ini menjadi lebih istimewa lagi. Para ulama menjelaskan bahwa di bulan Ramadan, pintu langit dibuka lebar, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Ditambah lagi dengan turunnya Allah di sepertiga malam, ini adalah kombinasi keberkahan yang tidak akan kita temukan di bulan lain.
Bayangkan: Allah sendiri yang menawarkan kepada kita. Bukan kita yang memaksa berdoa, tapi Allah yang menunggu. Dia bertanya: siapa yang ingin berdoa? Siapa yang ingin meminta? Siapa yang ingin minta ampun? Maka jangan biarkan sepertiga malam Ramadan berlalu tanpa kita menggunakannya. Bangunlah, shalat dua rakaat, lalu angkat tangan dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Karena saat itu, Allah sedang menunggu doa kita.
Hadits ini tentang nuzul, yaitu turunnya Allah ke langit dunia, adalah hadits yang shahih dan wajib kita imani. Bagaimana caranya turun, kita serahkan kepada Allah. Yang kita imani adalah bahwa Allah memang turun, sesuai dengan keagungan-Nya, tanpa kita menyerupakan dengan makhluk.
Yang penting bagi kita adalah: ada momen setiap malam di mana Allah secara khusus menawarkan pengabulan doa, pemberian, dan pengampunan. Dan momen itu terjadi di sepertiga malam terakhir, sekitar pukul 02.00 hingga menjelang Subuh.
Di bulan Ramadan, momen ini menjadi lebih istimewa lagi. Para ulama menjelaskan bahwa di bulan Ramadan, pintu langit dibuka lebar, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Ditambah lagi dengan turunnya Allah di sepertiga malam, ini adalah kombinasi keberkahan yang tidak akan kita temukan di bulan lain.
Bayangkan: Allah sendiri yang menawarkan kepada kita. Bukan kita yang memaksa berdoa, tapi Allah yang menunggu. Dia bertanya: siapa yang ingin berdoa? Siapa yang ingin meminta? Siapa yang ingin minta ampun? Maka jangan biarkan sepertiga malam Ramadan berlalu tanpa kita menggunakannya. Bangunlah, shalat dua rakaat, lalu angkat tangan dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Karena saat itu, Allah sedang menunggu doa kita.