Tiga Golongan yang Doanya Tidak Tertolak

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi." (HR. Tirmidzi no. 3598, dinyatakan hasan oleh Tirmidzi dan shahih oleh Al-Albani)

Ini adalah kabar gembira yang luar biasa bagi orang yang berpuasa. Selama kita berpuasa dari fajar hingga berbuka, doa kita termasuk dalam kategori doa yang Allah tidak akan menolaknya.

Mengapa doa orang yang berpuasa begitu istimewa? Para ulama menjelaskan beberapa alasannya. Pertama, orang yang berpuasa sedang berada dalam kondisi taat kepada Allah, dan Allah lebih dekat kepada hamba-hamba yang taat. Kedua, orang yang berpuasa sedang merasakan kesulitan dan kelemahan, yaitu kondisi yang membuat seseorang lebih tulus dalam berdoa. Ketiga, puasa melembutkan hati dan membersihkan jiwa, sehingga doa lebih mudah naik ke langit.

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah menjelaskan bahwa doa orang yang berpuasa paling mustajab adalah doa yang dipanjatkan menjelang berbuka, karena saat itulah ia berada di puncak ibadah puasanya, paling lapar, paling lemah, dan paling butuh kepada Allah. Maka manfaatkanlah momen menjelang buka puasa dengan sebaik-baiknya. Jangan habiskan waktu itu hanya untuk menunggu di depan makanan. Angkat tangan, berdoa dengan sungguh-sungguh untuk diri sendiri, keluarga, orang tua, umat Islam, dan kebaikan dunia akhirat. Karena saat itu, pintu langit sedang terbuka lebar untuk menerima doa orang yang berpuasa.