Bersepeda siang ini menyusuri jalanan di tepian siring di Rantau, Kalimantan Selatan, rasanya bagaikan menembus lorong waktu ke masa depan yang cerah. Bayangan pepohonan rindang menghiasi aspal jalan, menciptakan anyaman bayangan yang seolah mengundangku untuk terus melaju. Hembusan angin sepoi-sepoi menerpa wajah, membawa kesegaran di tengah teriknya matahari siang. Di kejauhan, nampak beberapa orang duduk santai di bangku taman, menikmati kedamaian di bawah naungan dedaunan.
Aku teringat akan kenangan masa kecil saat berlarian di sela-sela pepohonan di dekat rumah, teringat akan kegembiraan saat berlomba lari bersama teman-teman, dan teringat akan keindahan sungai yang mengalir di dekat rumah. Kenangan-kenangan itu bagaikan sepucuk surat cinta dari masa lalu, mengingatkanku akan keindahan hidup yang sederhana.
Kini, dengan bersepeda menyusuri jalan ini, aku merasakan kebebasan yang tak ternilai harganya. Bebas dari rasa takut akan kegelapan, bebas dari rasa takut akan kegagalan, dan bebas dari rasa takut akan masa depan. Di sinilah aku menemukan ketenangan, di sinilah aku menemukan kebahagiaan, dan di sinilah aku menemukan makna hidup yang sesungguhnya.