Bike to Work 2

Aku berhenti di bawah lampu merah, menggenggam setang sepeda sambil menatap deretan punggung orang-orang di depanku. Mesin-mesin motor bergetar pelan, seolah semua sedang menahan diri di satu titik yang sama. Di tengah diam yang ramai ini, aku merasa jadi bagian kecil dari perjalanan banyak orang yang tak saling kenal, tapi punya tujuan masing-masing.

Lampu merah itu menyala tegas di atas, seperti pengingat sederhana bahwa tidak semua hal harus disegerakan. Aku menunggu, bersama yang lain, tanpa pilihan selain menerima jeda. Di sela waktu yang tertahan ini, aku sempat mendengar napas sendiri, sesuatu yang sering hilang ketika semuanya bergerak terlalu cepat.

Ketika nanti lampu berubah, semua akan kembali melaju, termasuk aku. Tapi untuk sesaat ini, aku menikmati berhenti, berdiri di antara banyak arah yang tertunda. Kadang, perjalanan bukan soal seberapa cepat sampai, melainkan bagaimana kita berdamai dengan jeda yang tak bisa kita hindari.