Hatiku bagai dipenuhi ribuan kelereng kaca yang berkelap-kelip, bahagia bukan main bisa kembali ke tempat ini. Dulu, di sinilah aku menghabiskan hari-hari, bergelut dengan angka-angka pajak yang rumit, namun selalu penuh tawa bersama kawan-kawan seperjuangan. Kini, aku datang kembali, bukan sebagai pegawai, tapi sebagai seorang bapak yang ingin menunjukkan pada anaknya di mana bapaknya pernah mengabdi.
"Loket 1, Iliana. Di sini ayah dulu paling sering duduk," tunjukku pada papan nama di atas loket yang kini ditempati oleh seorang ibu berkerudung biru yang ramah. Iliana mendongak, matanya bulat berbinar, mencoba memahami apa yang kukatakan. Ia lalu tersenyum, senyum manis yang membuat hatiku meleleh. Di belakangnya, logo djp bersanding dengan tulisan KP2KP KANDANGAN yang besar dan jelas. Semua masih sama, hanya ada sedikit perubahan kecil yang membuat kantor ini terlihat lebih modern.
Aku termenung sejenak, mengenang masa-masa indah yang pernah kulalui di sini. Teringat tawa renyah kawan-kawan dan semangat membara kami dalam melayani masyarakat. Kantor ini bukan hanya tempat bekerja, tapi juga rumah kedua bagi kami. Di sini, kami belajar tentang arti kebersamaan, kejujuran, dan pengabdian. Dan kini, aku bangga bisa membagikan sekelumit kisah itu pada Iliana, anakku tercinta. "Ayo, Iliana. Kita keliling kantor. Bapak mau tunjukkan tempat-tempat seru lainnya," ajakku sambil melangkah menuju ruang utama kantor, meninggalkan loket 1 yang penuh kenangan.