Sahabat Koi

Iliana, dengan rambutnya yang terurai dan baju berenda putihnya, tampak sibuk. Dia jongkok di tepian semen kolam yang dingin, kedua tangannya memegang botol kaca berisi pakan ikan.  Di sekelilingnya, ikan-ikan koi, merah jambu, oranye, kuning, putih, berkerumun layaknya penonton konser yang antusias, berdesak-desakan, berebut sedikit demi sedikit pakan yang ditaburkan Iliana ke permukaan air. Mereka seperti sekelompok seniman akuatik yang sedang mementaskan tarian lapar.

Di seberang kolam, di bawah naungan pohon-pohon rindang, nampak tulisan besar berwarna biru: "RTH Rantau Baru". Tulisan itu, meski sederhana, seakan-akan menceritakan kisah perjalanan yang jauh untuk sampai di sini.  Beberapa orang dewasa terlihat duduk bersantai di bawah pohon, mungkin sedang bercerita tentang mimpi-mimpi masa kecil mereka yang masih tersangkut di awan.  Di antara mereka, ada seorang anak kecil yang tampak sedang membantu mengupas pisang,  mungkin dia sedang belajar tentang kerja keras dan kesabaran.

Sementara itu, air kolam memantulkan rona mendung langit dan warna-warni ikan-ikan yang berenang di bawahnya.  Batu-batu besar di pinggir kolam tampak seperti saksi bisu, mengamati tarian ikan dan senyuman Iliana.  Di balik pohon-pohon, sebuah atap rumah kecil berwarna putih tampak berdiri dengan tenang, seolah-olah dia adalah penjaga rahasia-rahasia yang tersembunyi di taman ini.  Dan aku, yang duduk di samping Iliana, hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaannya,  menyadari bahwa kebahagiaan itu kadang-kadang bisa ditemukan dalam hal-hal sederhana, seperti memberi makan ikan koi di kolam taman.