Inilah Alun-Alun Basimban Dwi Darma, jantung dan urat nadi kota kecil kami di Tapin Rantau. Sebuah hamparan hijau yang begitu luas, yang bagiku tak sekadar padang rumput, tapi sebuah kanvas impian tak berujung. Dari balik bayang-bayang dedaunan pohon trembesi tua yang rindang, yang jari-jemarinya tampak menari di birunya langit, mataku selalu tertuju pada tiang gawang di kejauhan itu. Bagi kami, anak-anak dengan sepatu bola usang dan mimpi setinggi langit, tiang gawang itu adalah gerbang menuju stadion-stadion megah di Eropa yang hanya bisa kami saksikan di televisi usang. Di sanalah, di tengah teriknya matahari yang tak kenal ampun, nasib kami ditentukan oleh selembar bola plastik yang ditendang dengan penuh harap dan impian.
Angin yang berembus pelan di alun-alun ini selalu membawa aroma rumput basah setelah hujan dan sisa-sisa semangat dari anak-anak yang tadi baru saja tanding. Dari sini, aku sering memperhatikan kubah putih besar di kejauhan, yang menjulang seperti gunung berselimut salju di tengah padang sabana yang gersang. Kubah itu selalu mengingatkanku pada atap perpustakaan yang megah,. Dan di dekatnya, atap-atap biru rumah-rumah warga tampak seperti kepingan mosaik yang tak beraturan, tapi membentuk sebuah harmoni yang begitu indah. Alun-alun ini adalah saksi bisu, bagaimana mimpi-mimpi kecil dari sebuah kota kecil di pelosok negeri ini, perlahan-lahan mekar dan menemukan jalannya menuju dunia yang lebih luas.
Setiap sore, ketika matahari mulai turun dan langit berubah warna menjadi jingga yang memukau, aku sering duduk di bawah pohon trembesi ini, mendengarkan simfoni alam yang tercipta dari kicau burung yang kembali ke sarang dan gelak tawa anak-anak yang sedang asyik bermain. Alun-alun ini bukanlah sekadar tempat untuk berlari atau bermain sepak bola, tapi sebuah ruang di mana waktu seolah berhenti dan membiarkan imajinasi liar kami terbang tinggi. Di sinilah, di bawah langit Tapin Rantau yang begitu luas dan berawan putih yang bergulung-gulung, aku belajar untuk percaya bahwa mimpi setinggi langit bukanlah sebuah hal yang mustahil untuk diraih, asalkan kami tak pernah berhenti untuk berusaha dan berdoa.