Aku berdiri di depan rak bertuliskan “Novels”, menatap deretan buku yang tersusun rapi seperti barisan cerita yang menunggu dipilih. Sampul-sampulnya berwarna-warni, masing-masing seolah punya cara sendiri untuk memanggil. Aku tidak langsung mengambil, hanya membiarkan mataku berjalan dari satu judul ke judul lain, seperti menyusuri jalan yang belum pernah kulewati.
Di rak itu, nama yang sama berulang, berdiri dengan wajah-wajah cerita yang berbeda. Ada yang tampak tenang, ada yang terasa penuh gejolak, meski semuanya hanya diam di tempatnya. Aku membayangkan setiap buku sebagai pintu kecil, yang jika kubuka, mungkin akan membawaku ke dunia yang sama sekali lain.
Aku tetap berdiri di sana, tidak tergesa untuk memilih. Kadang, berada di antara banyak kemungkinan sudah cukup membuatku merasa hidup. Di depan rak ini, aku bukan hanya melihat buku, tapi juga melihat betapa luasnya hal-hal yang belum sempat kualami.