Ruang kantor itu hampir gelap ketika aku datang paling pagi. Lampu-lampu belum sepenuhnya bangun, komputer-komputer masih diam seperti anak sekolah yang malas upacara Senin. Dari jendela besar di sisi kanan, cahaya matahari masuk malu-malu, tipis seperti harapan pegawai akhir bulan. Aku duduk sendiri di antara meja-meja kosong, tidak mendengar dengung pendingin ruangan yang terdengar seperti napas panjang orang-orang dewasa.
Ada sesuatu yang aneh dari kantor saat belum ramai: ia terasa jujur. Tidak ada suara tawa basa-basi, tidak ada ketukan keyboard yang berpura-pura sibuk, tidak ada aroma kopi sachet bercampur ambisi. Hanya kursi-kursi hitam yang menunggu diduduki dan layar monitor gelap yang sebentar lagi akan dipenuhi angka, surat, dan pekerjaan yang tak pernah benar-benar selesai. Aku memandangi semuanya sambil berpikir, mungkin beginilah rupa hidup setelah cita-cita selesai dikejar.
Namun pagi selalu punya cara untuk menghibur manusia. Sedikit demi sedikit ruangan mulai bernyawa, seperti kota kecil yang dibangunkan matahari. Dan aku, dengan mata yang belum sepenuhnya terang, belajar sekali lagi bahwa menjadi dewasa ternyata bukan tentang memiliki semua jawaban. Kadang hanya tentang tetap datang tepat waktu, duduk di kursi yang sama, lalu percaya bahwa lelah hari ini diam-diam sedang membangun masa depan.
Ada sesuatu yang aneh dari kantor saat belum ramai: ia terasa jujur. Tidak ada suara tawa basa-basi, tidak ada ketukan keyboard yang berpura-pura sibuk, tidak ada aroma kopi sachet bercampur ambisi. Hanya kursi-kursi hitam yang menunggu diduduki dan layar monitor gelap yang sebentar lagi akan dipenuhi angka, surat, dan pekerjaan yang tak pernah benar-benar selesai. Aku memandangi semuanya sambil berpikir, mungkin beginilah rupa hidup setelah cita-cita selesai dikejar.
Namun pagi selalu punya cara untuk menghibur manusia. Sedikit demi sedikit ruangan mulai bernyawa, seperti kota kecil yang dibangunkan matahari. Dan aku, dengan mata yang belum sepenuhnya terang, belajar sekali lagi bahwa menjadi dewasa ternyata bukan tentang memiliki semua jawaban. Kadang hanya tentang tetap datang tepat waktu, duduk di kursi yang sama, lalu percaya bahwa lelah hari ini diam-diam sedang membangun masa depan.