Belanda 1 (2) - 1 (3) Maroko

Maroko kembali menorehkan kisah indah di Piala Dunia dengan menyingkirkan Belanda melalui drama adu penalti setelah bermain imbang 1–1 selama 120 menit pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan yang mempertemukan dua tim dengan gaya bermain berbeda ini berlangsung sengit sejak awal hingga akhir. Setelah gagal menentukan pemenang di waktu normal maupun babak tambahan, Maroko menunjukkan ketenangan luar biasa dalam adu penalti dan menang 3–2, memastikan tiket ke babak 16 besar sekaligus mengakhiri langkah salah satu favorit turnamen.

Belanda langsung mengambil inisiatif permainan sejak peluit awal dibunyikan. Dengan penguasaan bola yang dominan dan sirkulasi umpan cepat, De Oranje berusaha membongkar pertahanan rapat Maroko. Namun, wakil Afrika itu kembali memperlihatkan organisasi bertahan yang sangat disiplin, memaksa Belanda kesulitan menciptakan peluang bersih. Di sisi lain, Maroko beberapa kali mengancam melalui serangan balik cepat yang memanfaatkan kecepatan para pemain depan mereka.

Kebuntuan akhirnya pecah ketika Belanda berhasil membuka keunggulan melalui sebuah serangan yang dibangun dengan sabar. Akan tetapi, Maroko tidak kehilangan kepercayaan diri. Dengan semangat juang yang tinggi, mereka terus menekan dan akhirnya berhasil mencetak gol penyeimbang lewat serangan efektif yang membuat kedudukan kembali imbang 1–1. Skor tersebut bertahan hingga waktu normal berakhir meski kedua tim sama-sama memperoleh peluang emas untuk mengunci kemenangan.

Memasuki babak perpanjangan waktu, pertandingan tetap berlangsung dalam tempo tinggi meski kelelahan mulai terlihat di kedua kubu. Belanda terus berusaha mencari gol kemenangan dengan memanfaatkan kualitas individu para pemainnya, sementara Maroko bertahan dengan disiplin dan sesekali melancarkan serangan balik berbahaya. Kedua penjaga gawang tampil luar biasa dengan sejumlah penyelamatan penting yang memastikan pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Pada babak adu penalti, Maroko tampil lebih tenang di bawah tekanan. Para algojo mereka mampu menjalankan tugas dengan baik, sedangkan Belanda gagal memanfaatkan seluruh kesempatan yang dimiliki. Kemenangan 3–2 dalam adu penalti menjadi bukti kekuatan mental Atlas Lions sekaligus mengantarkan mereka ke babak 16 besar. Bagi Belanda, kekalahan ini menjadi akhir yang menyakitkan setelah tampil kompetitif sepanjang turnamen. Sebaliknya, Maroko kembali membuktikan bahwa mereka bukan lagi sekadar tim kuda hitam, melainkan kekuatan yang mampu menjungkalkan siapa pun di panggung sepak bola dunia.