Iliana dan Kucing Belang

Aku menemani Iliana membeli jajanan di sebuah toko kecil malam itu. Rak-rak penuh susu dan permen berjejer rapi, tetapi perhatian kami justru direbut oleh seekor kucing belang yang berbaring santai di atas lemari es. Ia tampak seperti pemilik toko yang sedang mengawasi pelanggan dengan wajah penuh wibawa.

Iliana tersenyum lebar. Senyum yang hanya muncul ketika ia menemukan sesuatu yang benar-benar disukainya. Ia mendekat perlahan, seakan sedang bertemu tokoh penting. Sementara si kucing tetap tenang, mengangkat sedikit kepalanya, lalu kembali memandang dunia dengan sikap acuh yang hanya dimiliki para kucing.

Aku berdiri di belakang mereka dan diam-diam menyimpan momen itu. Sebab aku tahu, masa kecil bukan hanya tentang mainan atau hadiah. Masa kecil adalah kemampuan untuk merasa takjub pada hal-hal sederhana. Seekor kucing di atas lemari es, sebuah toko kecil di sudut jalan, dan tawa Iliana yang membuat malam biasa berubah menjadi kenangan yang ingin kusimpan lama-lama.