Pagi selalu datang lebih awal di kantor daripada di hati manusia. Ketika aku melangkah melewati lorong yang lengang itu, cahaya matahari telah lebih dulu tiba, menyelinap dari kaca-kaca besar dan memantul di lantai yang mengilap.
Di jam-jam seperti itu, gedung terasa berbeda. Tidak ada suara rapat, tidak ada dering telepon yang saling berebut perhatian. Hanya langkah kaki yang terdengar pelan, seperti seseorang yang sedang berjalan di dalam pikirannya sendiri. Aku menyukai kesunyian semacam ini karena ia memberiku kesempatan mendengar hal-hal yang biasanya tenggelam oleh kesibukan.
Sering kali orang mengira pekerjaan dibangun oleh keputusan besar dan pidato panjang. Padahal banyak hal lahir dari pagi yang tenang seperti ini, ketika seseorang datang lebih awal, duduk sebentar, lalu mengumpulkan keberanian untuk memulai hari. Dan di lorong yang sunyi itu, aku merasa setiap langkah kecil tetap memiliki arti, selama ia bergerak ke depan.