Aku melihat deretan pengendara menunggu giliran mengisi bahan bakar, dan tiba-tiba kusadari bahwa setiap orang sedang melanjutkan perjalanan yang berbeda-beda. Hanya aku yang diam-diam mengisi sesuatu yang tak pernah penuh: rinduku kepadamu, yang kini sedang belajar menjadi lebih tangguh.
Malam menggantung di atas kanopi SPBU seperti langit yang sengaja memperlambat waktu. Aku membayangkan di tempatmu ada antrean lain, sementara aku mengantre hari demi hari, menunggu kesempatan untuk kembali mendengar suaramu tanpa terhalang jarak.
Barangkali cinta memang menyerupai perjalanan jauh. Ia tidak berhenti hanya karena tangki telah terisi atau jalan mulai lengang. Ia terus melaju, membawa satu keyakinan sederhana: sejauh apa pun kita saling meninggalkan untuk bertumbuh, pada akhirnya kita akan pulang ke alamat yang sama, pelukan yang tak pernah berubah.