Lampu merah selalu berhasil membuatku berhenti, tetapi tidak pernah mampu menghentikan pikiranku berjalan ke tempatmu. Di tengah riuh kendaraan yang saling berebut waktu, hanya rinduku yang memilih diam, berdiri di sampingku seperti bayangan yang setia sejak kau berangkat.
Malam ini kota terasa begitu luas, seolah setiap persimpangan sengaja memperpanjang jalan pulang. Aku membayangkan kau sedang menatap langit yang sama, hanya dipisahkan oleh kewajiban yang lebih besar daripada keinginan kita untuk saling menggenggam tangan.
Ketika lampu berubah hijau, semua orang kembali melaju. Aku pun mengayuh pelan, membawa keyakinan bahwa ada penantian yang tidak pernah sia-sia, sebab cinta selalu tahu ke mana harus pulang, bahkan setelah menempuh perjalanan yang paling jauh.